|
Jawa Tengah
Wapres: Teliti Ulang Sistem dan Infrastruktur Pengelolaan Bandara
Kamis, 02 Desember 2004 | 16:15 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Wakil Presiden Yusuf Kalla menginstruksikan kepada Menteri Perhubungan agar dilakukan penelitian secara intensif penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Lion Air, Selasa (30/11) lalu. Wapres juga memerintahkan agar dilakukan penelitian ulang terhadap aturan maupun system pengoperasionalan pesawat termasuk infrastruktur bandara, agar musibah seperti ini tidak terjadi lagi.
”'Harus dilakukan penelitian secara menyeluruh, apa yang menjadi penyebab kecelakaan baik factor internal maupun factor ekternal. Penelitian itu tetap harus akurat karena menyangkut pengertian teknis penerbangan,” ungkap Yusuf Kalla kepada wartawan usai mengunjungi korban kecelakaan pesawat, di Rumah Sakit S Yarsis Sukoharjo, Kamis (2/12).
Kalla menekankan bahwa aturan dan system system pengoperasionalan pesawat terutama menyangkut infrastruktur bandara harus sesuai dan mengacu dengan standar internasional. “Jangan sampai bertentangan dengan standar pengelolaan bandara yang ditetapkan Internastioanl Civil Aaviation Oragantiation (ICAO),” paparnya.
Seperti diberitakan, Lion Air tergelincir di Bandara Udara Adi Sumarno, Selasa sore dan korban tewas diperkirakan 26 orang. Sejumlah kalangan menuding bahwa regulasi bidang bisnis penerbangan yang selama ini terjadi, khususnya perang tarif, berpengaruh keselamatan penerbangan. Yusuf Kalla sendiri menekankan supaya perang tarif itu tidak mengorbankan keselamatan penerbangan.Antara tarif dan perawatan adalah dua hal yang berbeda. Soal tarif , kata Kalla, bisa ditawar, sementara kalau perawatan harus sesuai dengan standar internasional dan tidak bisa ditawar-tawar.
Kalla berjanji akan menindak jika ada maskapai penerbangan yang mengesampingkan keselamatan penumpang.
Nah, soal kelaikan pesawat Lion Air yang mengalami kecelakaan tersebut, Yusuf Kalla mempercayakan kepada tim investigasi dari KNKT untuk menelitinya. Cuma ia menambagkan bahwa dari i informasi yang diperolehnya, pesawat itu dinyatakan lolos terbang setelah dilakukan uji pemeriksaan pada tanggal 10 Nopember 2004.
Sementara itu, Menhub Hatta Radjasa meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi menyangkut kecelakaan pesawat tersebut. Menteri Hatta meminta masyarakat memberi kesempatan kepada KNKT untuk mengumpulkan data-data secara komprehensif menyangkut sebab-sebab terjadinya kecelakaan.
Pemerintah akan mengumumkan secara terbuka hasil-hasil temuan KNKT kepada masyarakat. ‘’Sekarang kita beri kesempatan mereka untuk mengumpulkan data-data di lapangan. Nanti kita laporkan hasilnya kepada publik. Kalau kita berspekulasi dan mengalalisa sendiri akan banyak kecurigaan-kecurigaan. Dari black box akan bisa terdekteksi,’’ ujarnya.
Anas Syahirul---- Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|