|
Nasional
Saksi Sidang Ba'asyir Bingung
Kamis, 02 Desember 2004 | 12:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Saksi Ismail alias Yudi Lukito yakin Abu Bakar Ba'asyir menghadiri penutupan pelatihan militer di kamp Hudaibiyah, Moro. Ismail menjadi saksi pertama pada sidang perkara Ba'asyir, Kamis (2/12) di Auditorium Departemen Pertanian.
Dalam acara penutupan pelatihan militer pada 2001 itu, Ismail hanya melihat orang berbaju putih yang ia yakini sebagai Ba'asyir, dari jarak sekitar lima meter. Saat itu, orang berbaju putih itu nampak masih muda. Menurut Ismail, orang itu memberikan ceramah umum sekitar 5-10 menit. Tidak ada anjuran tentang kekerasan sedikitpun dalam cermah tersebut, juga tidak pernah disebut-sebut tentang Hotel JW Marriott.
Semula Ismail ragu orang berbaju putih itu sama dengan orang yang saat ini menjadi terdakwa yaitu Ba'asyir. Namun setelah majelis hakim memberikan kesempatan tiga kali kepadanya untuk benar-benar memperhatikan terdakwa, ia baru menyatakan yakin orang berbaju putih itu adalah sama dengan Ba'asyir, sang terdakwa. Tapi, ketika ditegaskan kembali anggota tim penasihat hukum Ba'asyir, ia menyatakan tidak begitu jelas melihat wajah Ba'asyir dari jarak lima meter.
Ismail menegaskan sekembalinya dari Filipina, ia selalu memperhatikan ilmu agama yang dipelajarinya disana. "Tetapi ilmu militernya tidak," katanya. Mengenai kesaksian Ismail ini, Ba'asyir tetap membantahnya. Ia menyatakan tidak pernah pergi menghadiri pelatihan militer di Filipina. "Saat itu saya berada di Solo dan tidak pernah kemana-mana," katanya.
Saat ini sidang pemeriksaan saksi masih berlanjut. Saksi kedua Bambang Ketuko tengah diperiksa majelis hakim sejak sekitar pukul 11.45 WIB. Bambang Ketuko ini adalah pemilik rumah yang dijadikan tempat pertemuan para alumni pelajar Kamp Hudabiyah.
Khairunnisa - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|