|
Nasional
Menteri Perhubungan Jamin Sertifikasi Lion Air
Kamis, 02 Desember 2004 | 04:22 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menjamin pesawat Lion MD-82 yang terjatuh di dekat landasan pacu Bandara Adi Sumarmo Solo, Selasa (30/11) laik terbang. Dari sertifikasi yang dikeluarkan Garuda Maintenance Fasility (GMF) pada tanggal 10 November, pesawat tersebut memiliki sertifikat laik terbang sampai dengan November 2005. Oleh karena itu dugaan bahwa pesawat yang mencelakakan 26 penumpangnya tersebut tidak laik terbang merupakan spekulasi.
?Itu (kelaikan pesawat) terlalu berspekulasi, yang namanya pesawat itu secara prosedurnya sudah sangat jelas. Harus melalui suatu inspeksi yang sangat ketat, sejalan dengan regulasi internasional, harus dilakukan pengecekan yang sangat ketat, sampai dikeluarkan sertifikat untuk laik udara,? kata Hatta Rajasa kepada wartawan di Solo, Rabu (1/12) malam.
Karena itu, Menhub yang ditemui seusai melihat bangkai pesawat terbang tidak ingin berandai-andai menjatuhkan sanksi kepada maskapai penerbangan Lion Air. Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan masalah evakuasi, pengidentifikasian korban. Selain itu juga masalah santunan kepada para korban juga harus secepatnya diberikan. ?Setelah itu kita umumkan hasil investigasi, dan dari situ kita mengambil langkah-langkah,? ujarnya.
Secara khusus, Hatta menyampaikan perintah dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang menghendaki agar investigasi dilakukan secara tuntas, akurat dan secepat mungkin. Hasil investigasi tersebut juga diumumkan kepada publik ?Ini perintah beliau. Beliau juga memerintahkan kepada jajaran Departemen Perhubungan dan elemen yang terkait untuk memastikan bahwa korban yang luka parah maupun luka ringan agar betul-betul mendapatkan perawatan yang sebaik-baiknya dan tidak ada hambatan dalam masalah-masalah biaya perawatan,? katanya.
Sementara itu, sebelumnya Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Setio Raharjo melaporkan kepada menteri bahwa dipastikan evakuasi terhadap korban kecelakaan sudah selesai. Setio menyebutkan jumlah korban yang tewas sebanyak 26 orang. Sedangkan mengenai adanya penumpang Lion yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya, dikatakannya sebagai penumpang selamat tetapi tidak melaporkan keberadaannya. Kemungkinan mereka langsung kembali ke rumah, karena tidak ada di rumah sakit,? kata Setio.
Meski dikatakan sebagai penumpang selamat, namun sejauh ini pihak-pihak yang memiliki otoritas di Bandara Adi Sumarmo Solo terkesan tidak melakukan pencarian terhadap penumpang yang belum diketahui keberadaannya tersebut. Sejumlah relawan SAR yang melakukan evakuasi di lokasi menyatakan bahwa sebenarnya tidak mungkin adanya korban masih tercecer karena ada badan pesawat yang belum terangkat.
?Mayat pilot ditemukan sudah terkubur di sayap bagian kanan. Jadi bukan tidak mungkin masih ada korban di bawah badan pesawat. Apalagi saat evakuasi, ada korban yang dalam kondisi tubuhnya tidak utuh,? kata seorang relawan yang menolak disebutkan identitasnya.
Imron Rosyid?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|