Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kubu Langitan Ajukan Pasangan Gus Dur – Tolhah Hasan
Rabu, 01 Desember 2004 | 13:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Usai mengadakan pertemuan di Hotel Novotel Solo, Rabu (1/12), sejumlah kiai sepun Nahdlatul Ulama (NU) mencalonkan pasangan Abdurrahman Wahid – untuk posisi Rois Aam Syuriah dan Tolhah Hasan sebagai Ketua Tanfidziyah dalam Muktamar NU ke 31 di Asrama Haji Donohudan, Solo.

Para kiai yang ikut hadir dalam pertemuan ini, dikenal sebagai kubu Langitan yang selama ini giat mendukung Gus Dur. Hadir dalam pertemuan itu selain Gus Dur, KH Mas Subadar, KH Mahfud Sobari, KH Zaim Ahmad Ma'shoem, KH Choirul Anam, KH Lutfi Abdul Hadi, Tuan Guru Turmudzi dan sejumlah Kiai sepuh lain. Menurut Gus Dur, Tolhah dicalonkan para kiai karena ada "kegamangan Gus Mus (KH Mustofa Bisri), apakah ibunya mengijinkan atau tidak (keluar dari Rembang)," kata Gus Dur. Soal ketidakpastian ini, menurut Gus Dur bisa membuat posisi Gus Mus di mutamar goyah.

Selain itu, pilihan terhadap Tolhah, menurut Gus Dur karena Tolhah dinilai mempunyai kelebihan sebagai administratur yang baik. Gus Dur mencontohkan kepiawaian Tolhah sebagai salah satu staf di Universitas Islam Malang yang dinilainya baik, juga Tolhah dinilai sukses ketika menjadi Menteri Agama.

Sedangkan alas an pencalonan Gus Dur sebagai Rois Aam Syuriah, menurut Zaim Ahmad Ma'shoem, dilakukan setelah melihat perkembangan yangterjadi di Muktamar dari waktu ke waktu. Harapan para kiai, kata Zaim, dengan menjadikan Gus Dur sebagai Rois Aam, akan terjadi islah di tubuh NU seperti pada Muktamar ke-27 di Situbondo Tahun 1984. Saat itu Gus Dur terpilih jadi Ketua Tanfidziyah dan sepertinya akan ada perpecahan di tubuh NU. Tapi menurut Zaim, Gus Dur menyelesaikan masalah tersebut dengan sukses. “Kali ini Gus Dur diharapkan dapat menyelesaikan persoalan di tubuh NU,” ujar Zaim.

Adi mawardi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Posko simpatik untuk pelayanan dan pengamanan peserta istighotsah Nahdlatul Ulama/ NU yang disediakan oleh Polres Purwakarta, Jawa Barat, 26/04/01 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/225/2001; 20011501]. Posko simpatik untuk pelayanan dan pengamanan peserta istighotsah Nahdlatul Ulama/ NU yang disediakan oleh Polres Purwakarta, Jawa Barat, 26/04/01 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/225/2001; 20011501].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kubu Alwi Shihab Juga Mengadu ke Hasyim Muzadi
Hasyim Muzadi : Saifullah Yusuf Harus Mengundurkan Diri
Price Water House Audit Keuangan PBNU
Hasyim Sambut Ajakan Islah dari Gus Dur
Hasyim Melarang Pengurus Anshor Merangkap Di Parpol
PBNU Terima Kunjungan Rombongan Vatikan
PBNU Kirim 500 Ustadz ke Aceh
3.000 Pesantren di Jawa Timur Siap Tampung Anak-Anak Aceh
NU Optimalkan Fungsi Pesantren di NAD Tampung Anank-Anak
Hasyim Bantah Beri Mobil ke Kiai Pendukungnya
> selengkapnya...


Website

Muslimat NU
NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data