Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

NU Akan Lepas Partai Kebangkitan Bangsa
Rabu, 01 Desember 2004 | 22:07 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali: Tuntutan agar Muktamar NU ke-31 memutuskan Nahdlatul Ulama menjaga jarak yang sama dengan partai politik manapun, termasuk dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tampaknya akan menjadi salah satu keputusan Muktamar.

Hasil komisi tausiyah (rekomendasi) pada Rabu (1/12) yang diantaranya juga membahas masalah ini menegaskan dalam masalah politik, NU harus kembali kepada Etika Berpolitik warga nahdliyin yang diputuskan pada muktamar NU ke-28 di Yogyakarta.

Keputusan muktamar di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta tersebut diantaranya menegaskan NU terlepas dari semua partai politik serta menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik.Namun kepada seluruh warga NU, baik yang berada dalam struktur kepengurusan di semua tingkatan secara individu diperbolehkan memilih partai politik sesuai dengan aspirasi masing-masing dengan menjaga keutuhan jam'iyah (organisasi) NU. Keputusan tersebut sebagai konsekuensi kembalinya NU kepada khittah 1926.

Hasil pleno komisi tausiyah ini akan diplenokan dalam kepada para peserta muktamar untuk dijadikan keputusan muktamar. KH Cholil Anwar, salah satu anggota tim komisi poltik pada komisi tausiyah mengatakan, penegasan menjaga jarak yang sama dengan seluruh partai politik diambil dalam rangka memayungi semua kepentingan politik warga NU. ?Warga NU tidak hanya di PKB, tapi juga di PPP, PDIP, PKS dan sejumlah partai lain. Jika NU mendukung kepada salah satu partai, maka akan menyakiti warga NU lain yang berada di partai lain,? tegasnya kepada Tempo, di arena muktamar, Rabu (1/12).

Bagaimana dengan keputusan muktamar NU ke-30 di Lirboyo Kediri yang menyatakan bahwa dalam berpolitik, warga NU hendaknya memperhatikan partai politik yang kelahirannya dibidani oleh NU. Cholil yang mengaku menjadi salah satu deklarator PKB ini mengatakan, keputusan tersebut diambil karena waktu itu PKB baru saja dideklarasikan. ?Tapi sekarang, NU harus menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik,? ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Enceng Sobirin, yang juga anggota tim komisi poltik. ?Dengan demikian, keputusan ini menganulir keputusan di Muktamar di Lirboyo,? ujarnya. Ditanya, kenapa dalam redaksi tausiyah tersebut, tidak menyebut secara tegas NU melepaskan PKB? Hal itu tidak mungkin, katanya, karena rekomendasi harus bersifat makro. Jika perlu penjelasan yang lebih mikro, maka hal itu harus dirumuskan dalam program kerja.

Sohirin?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wapres Akan Kunjungi Korban Kecelakaan Pesawat
Munawar Bantah SBY Intervensi Muktamar NU
Masdar Mashudi Mengaku Dapat Restu Kiai Sahal
Menjelang Pemilihan, Arena Muktamar Siaga I
Kiai Sepuh Dua Kubu Temui Sahal Mahfud
Santunan Korban Tewas Pesawat Lion Air Rp 50 Juta
Lion Air Pastikan Penumpang yang Tewas 25 Orang
Pasal Sentralistik Anggaran Dasar NU Dicabut
Sidang Komisi Bubar Ketika Gus Dur Masuk Ruangan
Jenazah Gus Yus Dimakamkan Siang Ini
> selengkapnya...


Website

Muslimat NU
NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data