Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tokoh Golkar Persoalkan Hilangnya Hak Suara Untuk DPD
Rabu, 01 Desember 2004 | 15:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bertempat di kediaman bekas Ketua Umum Partai Golkar, Soedharmono di Jalan Senopati Jakarta Selatan, para tokoh lama partai beringin berkumpul.

Usai pertemuan yang berlangsung dua jam hari Rabu (1/12), Indra Bambang Utoyo menyebut para tokoh lama ini mencium adanya rekayasa dengan nongolnya tata tertib yang tidak memungkinkan calon ketua Golkar di luar Akbar Tanjung untuk menjadi ketua. “Itu akal-akalan yang pertama," ujar Indra.

Menurut Indra, dalam pertemuan ini Soedharmono menegaskan bahwa orisinilnya, suara Partai Golkar ada di Dewan Pimpinan Daerah (tingkat kabupaten/kota madya). Jadi menurutnya, sangat aneh bila DPD tidak punya hak suara.

"Ini yang disebut rekayasa, karena kurang dibukanya kesempatan seluas-luasnya,"ujar Soedharmono ditirukan Indra mempersoalkan adanya tata tertib yang memuat bahwa DPP tidak punya hak suara dalam Munas Golkar 15 - 20 Desember mendatang.

"Kita (tokoh Golkar) sangat mengharapkan agar Golkar ini keluar nuansa demokrasinya, keluar kedaulatan anggotanya,” ujar Cosmas Batubara yang ikut hadir dalam pertemuan.

Menurut bekas Menteri Sekretaris Negara Moerdiono yang juga hadir dalam pertemuan, Golkar merupakan partai berbasis masyarakat. Sehingga jika dalam Munas nanti, DPP tidak punya hak suara, menurut Moerdiono, itu merupakan sesuatu yang janggal.

Ketika ditanya, apakah ada aturan yang menyebut hak suara DPD di munas, Cosmas mengaku bahwa sejak dulu, aturan Munas memang tidak mengakuinya. Tapi menurut Cosmas, ini karena “dulu hak suara tidak terlalu dipersoalkan, karena munas berdasarkan musyawarah untuk mufakat," ujarnya. Tapi Cosmas menilai bahwa akibat perkembangan demokrasi sekarang, diperlukan kesempatan kepada level bawah untuk memberi suara.

Cosmas kemudian mencontohkan bahwa biarpun dalam AD/ART partai ini hak suara untuk DPD belum diatur, tapi dalam Munas Luar Biasa Golkar tahun 1998, DPD diberi hak suara. "Jadi kita sangat peduli agar suara anggota itu diwujudkan dalam Munas," ujar Cosmas.

Pertemuan yang disebut Cosmas sebagai acara turun gunung tokoh-tokoh Golkar ini menilai, Munas yang akan datang mempunyai makna yang besar bagi perjalanan sejarah Golkar. Pertemuan ini diakui Cosmas agar Golkar menjadi lebih baik.

Pertemuan itu sendiri dihadiri oleh banyak tokoh penting Golkar. Diantaranya, dua mantan Ketua Umum Golkar, Soedarmono dan Harmoko. Juga beberapa mantan menteri era Orde Baru seperti, Cosmas Batubara, Muladi, Moerdiono, dan Oetojo Oesman. Hadir pula Marwah Daud Ibrahim, Azwar Anas, Sulasikin Murpratomo dan Nyonya Supardjo Rustam.

Indriani Dyah Setiowati

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Tidak Terancam Jika Akbar Tanjung Terpilih Lagi
Akbar Tak Persoalkan Penolakan Sesepuh Golkar
Fahmi Idris Tetap Datangi Munas Golkar
Akbar: Golkar Jangan Dipimpin Sosok yang Tidak Tahu Sejarah Partai


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data