Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Dibahas, Kematian Ribuan Ikan di Pantai Ancol
Rabu, 01 Desember 2004 | 14:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Berbagai pihak terkait sedang melakukan rapat pembahasan kasus kematian ribuan ikan yang terjadi di Pantai Ancol, Jakarta Utara Selasa (30/11). Rapat tersebut masih berlangsung saat ini (1/12) di kantor Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan.

Darjamuni, Kepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jakarta Utara menyampaikan, beberapa instansi yang ikut terlibat dalam pembahasan ini antara lain; Dinas dan Suku Dinas BPLHD Jakarta Utara, Dinas dan Suku Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jakarta Utara, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Lembaga Ilmu Pengetahuan ndonesia (LIPI).

Berdasarkan informasi yang diperoleh TNR, ribuan ikan ditemukan dalam keadaan mabuk dan mati di pantai Ancol, tepatnya pantai Festival dan Marina. Ikan tersebut ditemukan mengambang dalam radius 300 sampai 400 meter dari tepi pantai. "Kejadian itu terjadi pada pukul 05.00 kemarin," kata Supardiyo, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Jakarta Utara dalam keterangan persnya.

Menurut Supardiyo, jenis ikan yang ditemukan mati tersebut umumnya ikan yang kecil dan berbentuk pipih. Berbagai jenis ikan yang terdampar dalam kondisi mabuk , terdiri dari ikan Sembilang, Kerapu, Kepiting, Moa, Kerapu, Kakap, Bandeng Belanak, Ayam-Ayam, Udang, dan ikan Pari. "Perbandingan yang mati dan mabuk sekitar 90 banding 10," kata Supardiyo.

Pihak BPDLH, kata Supardiyo, Selasa lalu (30/11) sudah mengambil sampel air, lumpur, dan ikan. Sampel air di ambil di tiga titik pantai pada waktu yang berbeda. Sampel pertama diambil pada pukul 13.00 di depan restoran Simpang Raya, pesisir pantai Ancol. Sampel kedua diambil pada pukul 13.30 di depan pantai Marina, dan sampel terakhir diambil pada pukul 16.50 di depan stasiun Gondala (kereta gantung). Jenis ikan yang diambil menjadi sampel adalah jenis Moa, Sembilang dan Kerapu.

Supardiyo juga memaparkan bahwa para nelayan dan masyarakat umum berebutan untuk mengambil ikan tersebut. Jumlah ikan yang diambil tersebut mencapai 4 sampai 6 karung beras. Masyarakat juga langsung membakar dan mengkonsumsi ikan ikan itu. Sementara ini belum ada keluhan, sakit perut, mual, atau yang lainnya," kata Supardiyo.

Tito Sianipar

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Suripto: SBY Punya Komitmen Berantas Illegal Logging
Presiden Khawatirkan Laju Kerusakan Lingkungan
Wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Terbakar


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data