Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Sudah 23 Orang Tewas dalam Kecelakaan Lion Air di Solo
Selasa, 30 November 2004 | 22:36 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Sejumlah Rumah Sakit di Kota Solo saat ini dipenuhi oleh keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air. Mereka umumnya mengalami kesulitan untuk mengetahui lokasi dimana para saudaranya dievakuasi. Tidak ada satu pun pihak yang memiliki otoritas untuk memberi penjelasan, baik di bandara Adi Sumarmo, maupun di lokasi kejadian.

Inilah yang membuat keluarga korban terpaksa berkeliling dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain untuk mencari anggota keluarganya. Padahal jarak antara rumah sakit berjauhan. Beberapa korban dalam kecelakaan Pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Surabaya, yang transit di Solo, malam ini (30/11) mulai terungkap. Informasi terakhir (22.10) WIB diterima Tempo 23 orang tewas dalam kecelakaan Pesawat MD-82, JT 538, di Bandara Adi Sumanrno Solo.

Dari Rumah Sakit TNI AU dan Rumah Sakit Panti Waluyo terdapat 5 orang tewas dalam kecelakaan pesawat Lion Air. Tiga diantaranya telah teridentifikasi nama-namanya.

Di Panti Waluyo, korban yang meninggal adalah: Adventino, 1 tahun, warga Suruh Tasikmadu, Karanganyar dan Sri Murni, 72 tahun, warga Kepabron, Solo. Keduanya dievakuasi di RS Panti Waluyo, Solo.

Sementara korban yang tewas dievakuasi ke RS TNI AU, dari 3 orang korban, baru satu yang diketahui namanya, yakni Muji Rahayu, 22 tahun. Dua korban lainnya adalah balita perempuan dan perempuan.

Dari salah satu korban yang dievakuasi ke RS TNI AU, diantaranya adalah Rektor IAIN Imam Bonjol Sumatera Barat, Haidir Harun, 54 tahun. Dia adalah pimpinan wilayah NU Sumatera Barat yang hendak mengikuti Muktamar NU di Solo.

Di bawah ini beberapa nama korban tewas dan luka, serta tempat korban berada.

Di RS Islam Surakarta :
- Luka (rawat Inap) :
1. Reksa Sumadi
2. Makmur
3. Budiyani
4. Harsono
5. Yesi Faiza
6. Eva (pramugari)
7. Badar Ali Majid
8. Eroson
9. Mahmuf
10. Reza
11. Fatimah
12. HA. Sobari
13. Sunjana
14. Ame Bastaman
15. Sumiyati
16. Hartono
17. Sukiyem
18. Sri Wahyuni
19. Himawan Fransis
20. Yuliatin
21. Endang Sulistyani
22. Gabe
23. Ratih Ningrum
24. Suwarni
25. Devi Susanti
26. Kristiani
27. Reso Surbekti
28. Ami Bistana
29. Devi Sukanti
30. Sujana
31. Samsidar
32. Yuliati
33. Henison
34. Baren Beboh

- Meninggal :
1. Ronizon Ali
2. Jefry Edison
3. Agatha
4. Ongko Tikno Wijoyo
5. Bambang Anggono
6. Iswanto
7. Sifa
8. Puji Astuti
9. Linda Fahmi
10. belum diidentifikasi

Di RS Kasih Ibu :
Luka semua, rawat inap semua (10 orang)
1. Endang Kartika Sari
2. Dewanto
3. Unita
4. Wahyono
5. Riska Ramayana
6. Steven Liesdek (pilot)
7. Bambang Mariyono
8. Irma Sari
9. Adnan Hilmar
10. Nur Jazili

RS Orthopedi Dr. Suharso :
Langsung operasi karena patah tulang :
1. Chairudin
2. Indarti


RS Panti Waluyo (2 tewas, 5 luka) RS AURI (3 mati, 20 luka). Masih di dalam bangkai pesawat (2 orang diperkirakan tewas)

Menurut seorang penumpang Lion yang mengalami cidera ringan, Hervi, dia merasa ada guncangan hebat sekali. "Saya hampir terbanting. Terus tiba-tiba lampu langsung mati semua, gelap." Pesawat Lion yang nyusruk itu, tampak patah dua.

Korban juga dirawat di RS PKU Muhammadiyah, Dr.Oen dan beberapa rumah sakit lainnya di sekitar Solo.

Imron Rosyid

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presdir Lion Air : Pesawat Tergelincir Karena Hujan Badai
Lion Air Terpeleset di Solo, 10 Tewas.
Pilot Garuda Alami Mati Jantung Tak Terdeteksi
Pilot Garuda Diduga Meninggal Karena Serangan Jantung
WNI Jadi Korban Kecelakaan Pesawat di Cina
Pilot Garuda Meninggal Setelah Melakukan Pendaratan
Keluarga Munir Minta Perlindungan dari Ancaman Teror
Kecelakaan Pesawat di Cina Tewaskan 53 Penumpang
Helikopter Milik Missionaris Asing Hilang di Wamena
Kotak Hitam Pesawat Rusia Mulai Bicara
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data