Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tolchah Hasan Yakin Mustafa Bisri Mau Dicalonkan
Selasa, 30 November 2004 | 21:04 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali: Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Tolchah Hasan yakin Mustofa Bisri atau Gus Mus mau menerima amanah sebagai Ketua Umum Tanfidzidiyah PB NU jika peserta muktamar memilihnya.

Tolchah tidak yakin, pengasuh pondok pesantren Raudatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu akan menolak dicalonkan. ?Saya yakin jika kondisinya seperti ini dan muktamirin memang mencalonkannya, Gus Mus akan mau menerimanya,? ujarnya kepada Tempo, setelah bertemu dengan Gus Mus di Hotel Quality, Solo, Selasa (30/11).

Sebelumnya, kepada wartawan Mustofa Bisri belum juga mau menegaskan sikapnya apakah maju atau tidak. Dia hanya mengatakan, jika muktamirin mencalonkan dirinya, dia akan menggunakan hak prerogatifnya untuk menolak atau menerima. ?Nanti, baru saya putuskan," katanya.

Kendati demikian, dia pun menjelaskan alasan-alasan mengapa tidak mau mengambil sikap tegas saat ini. Menurut dia, saat ini belum ada peserta muktamar yang resmi meminta dirinya maju dalam pemilihan.

Gus Mus juga mengatakan, dirinya konsisten menjaga syuriah NU yang memiliki posisi lebih tinggi dari tanfidzidiyah. Karena itu, sulit baginya turun kembali menjadi pengurus di jajaran tanfidzidiyah. Saat ini Gus Mus sebagai Rais Syuriah NU dan penurunan semacam itu bukan hanya merugikan dirinya tapi sangat merugikan NU.

Selain itu, Gus Mus juga sempat menceritakan, ketika kyai-kyai berkunjung ke rumahnya dan menanyakan kepada ibunya apakah dirinya boleh dicalonkan, ibunya menjawab, ?Dia menjadi apa-apa saja, saya sudah jarang ketemu. Apalagi, kalau dia menjadi ketua umum,? ujar Gus Mus menirukan ibunya.

Mustofa lebih suka jika NU lebih serius dalam melepaskan diri dari ketergantungan terhadap figur. Untuk itu, dia berharap, ada aturan yang tegas dalam AD/ART yang menjaga agar pengurus NU tidak menyalahgunakan jabatannya. ?Aturan tegas dalam AD/ART itu diperlukan agar siapa pun yang memimpin NU tidak bisa berbuat macam-macam."

Thontowi/Sohirin?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nama Mustrofa Bisri Mulai Berkibar
Yusuf Hasyim Temui Mustafa Bisri
Wapres: Subsidi BBM Dicabut Tahun Depan
Komisi Organisasi Diperkirakan Alot
Massa Pendukung Gus Dur Kembali Berunjuk Rasa
Kiai Khos NU Tapalkuda Himbau Muktamirin Tidak Pilih Hasyim Muzadi
Suap PNS Dibahas Dalam Muktamar
Anak Muda NU Gelar Pertunjukan Nahdlatul Uang
Hasyim Muzadi: Alhamdulillah LPJ Diterima
LPJ Hasyim Muzadi Diterima
> selengkapnya...


Website

Muslimat NU
NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data