Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Yusuf Hasyim Temui Mustafa Bisri
Selasa, 30 November 2004 | 18:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengasuh pondok pesatren Tebu Ireng Jombang, KH Yusuf Hasyim yang akrab dipanggil Pak Ud, Selasa (30/11) siang menemui KH Mustafa Bisri.

Yusuf Hasyim yang sempat tidak mendapat undangan dari panitia muktamar ke 31 NU, secara khusus datang ke Solo untuk memberikan dukungan kepada KH Mustafa Bisri menjadi Ketua Umum PBNU berpasangan dengan KH sahal Mahfudz sebagai Rois Syuriah.

“Pasangan yang bagus adalah KH Sahal Mahfudz dan Gus Mus (Mustafa Bisri). Kalau Gus Mus tidak mau, dia berdosa bahkan dosa besar. Kami ingin agar yang memimpin itu bukan dari sumber konflik. Jadi mestinya memang sumber konflik itu tidak berada di pengurus harian,” kata Yusuf Hasyim usai bertemu dengan Mustafa Bisri di Hotel Quality Solo.

Pada kesempatan itu, Yusuf Hasyim kembali membantah wacana yang dikembangkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang menyatakan bahwa trah KH Hasyim As’ary ingin mengusai NU.

“Memang ada wacana yang dikembangkan bahwa Gus Dur (Abdurrahman Wahid) ingin naik adalah untuk mempertahan itu. Padahal tidak begitu. Itu tidak benar dan tidak ada sama sekali keinginan seperti itu,” kata Pak Ud.

Sementara itu di tempat sama Mustafa Bisri yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibien, Leteh, Rembang menghimbau agar peserta muktamar menyelesaikan akar persoalan dasar NU yang berkaitan dengan masalah politik.

Selama akar persoalan belum diselesaikan, kata Mustafa, maka akan selalu timbul masalah di masa depan.

Saat ditanya banyaknya dukungan dari warga NU kultural agar dirinya maju sebagai Ketua Umum PBNU atau Rois Syuriah, Mustafa Bisri tidak menyatakan menerima atau menolak.

"Kalau saya menerima atau menolak bisa ditertawakan orang, sebab yang mencalonkan saja tidak ada. Kiai di NU itu banyak, kalau ada yang mencalonkan ya tidak apa-apa," kata Mustafa Bisri.

Namun, lanjutnya, yang punya hak suara adalah para peserta muktamar, bukan para kiai.
Mustafa Bisri menyatakan dirinya akan menolak pencalonan baik sebagai Rois Syuriah ataupun Ketua Umum PBNU jika hanya untuk menganjal terpilihnya kembali Hasyim Muzadi.

Menurut Mustafa, Hasyim Muzadi mempunyai hak dan halal untuk mencalonkan atau dicalonkan sebagai ketua umum PBNU. "Saya tidak mau mengharamkan sesuatu yang halal. Mustofa Bisri selalu berpihak kepada nurani. Nurani saya akan menjerit jika saya mengganjal orang termasuk Hasyim Muzadi," kata Mustafa Bisri.

Dia menambahkan, jika warga nahdliyin hendak membenahi NU maka semestinya yang dilakukan adalah menyempurnakan aturan main di NU dan tidak mempersoalkan figure yang akan memimpin. "Sebab jika aturan mainnya jelas, siapapun yang memimpin tidak akan ada masalah,” kata Mustafa. (syaiful amin)



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wapres: Subsidi BBM Dicabut Tahun Depan
Komisi Organisasi Diperkirakan Alot
Massa Pendukung Gus Dur Kembali Berunjuk Rasa
Kiai Khos NU Tapalkuda Himbau Muktamirin Tidak Pilih Hasyim Muzadi
Suap PNS Dibahas Dalam Muktamar
Anak Muda NU Gelar Pertunjukan Nahdlatul Uang
Hasyim Muzadi: Alhamdulillah LPJ Diterima
LPJ Hasyim Muzadi Diterima
Gus Dur Blacklist Hasyim, Andi Jamaro dan Machrus
Delapan PWNU Kembali Dukung Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Website

Muslimat NU
NU Online


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Gubernur Lalu Serinata dan Tiga Pimpinan Dewan Dicekal
Cristiano Ronaldo Pemain Terbaik Eropa 2008
Sir Alex Siap Cetak Sejarah
Jakarta Diselimuti Mendung
Jakarta Digoyang 7 Kelompok Demonstran

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data