Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ba'asyir Bantah Terlibat JI
Selasa, 30 November 2004 | 16:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Abu Bakar Ba'asyir menyatakan ketidaktahuannya tentang Jamaah Islamiah (JI) seperti yang diceritakan saksi Syamsul Bahri dalam sidang hari ini (30/11). Ba'asyir hanya membenarkan dirinya memang pernah mengisi pengajian di Ulu Tiram, Johor, seperti yang diakui oleh saksi Syamsul. "Saya rutin memberikan pengajian setiap tiga bulan sekali," katanya.

Dalam keterangannya, saksi ketiga Syamsul Bahri menyatakan pernah bertemu dengan pimpinan JI Abdulah Sungkar di Peshawar, Pakistan. Kala itu Abdulah Sungkar bersama dengan Abu Bakar Ba'asyir. Mengenai hal itu, Ba'asyir membantahnya, ia mengatakan memang pernah di Pakistan bersama Abdulah Sungkar. Namun hanya sampai ke Lahore dan Karachi saja untuk mencarikan sekolah anaknya, tidak ke Peshawar.

Dalam menjawab pertanyaan yang diajukan tim penasihat hukum Ba'asyir, Syamsul menegaskan tidak pernah ada ajaran membom fasilitas umum dalam pengajian di JI. Ia pun mengaku tidak pernah mengetahui keterkaitan Ba'asyir dengan pemboman di Bali dan JW Marriott. Syamsul juga mengaku tidak pernah tahu ada upaya-upaya mengemboman yang dilakukan teman-temannya sesama anggota JI. Ketika ia pindah ke Indonesia pada 2002 sampai saat ini pun diakuinya tidak pernah berbicara dengan Ba'asyir.

Mengenai pertemuan di Semarang, Syamsul mengaku bahwa itu semata-mata untuk mengulang kembali pelajaran yang pernah didapat di Pakistan. Tidak ada yang menyatakan pertemuan tersebut atas perintah Ba'asyir.

Mengenai rangkaian elektronik yang pernah ditulisnya di atas kertas (saat ini menjadi alat bukti JPU), menurut Syamsul adalah satu hal yang umum-umum saja. Bahkan sirkuitnya saja, kata dia, belum pernah dipelajari.

Syamsul juga mengakui ia tidak pernah mengetahui tentang mantiqi dan wakalah JI di Indonesia kecuali dari pemberitahuan polisi di Polda. Saat di Polda juga ia baru tahu bahwa Syahroni (teman yang ditemuinya di Semarang) adalah seorang ketua mantiqi. Diakhir pertanyaan, Achmad Michdan, anggota penasihat hukum sempat bertanya, "Diajari apalagi di Polda." Jaksa keberatan atas pertanyaan tersebut.

Saat ini majelis tengah memeriksa saksi keempat yaitu Andi Saputra, warga negara Malaysia. Masih ada tiga saksi lagi yang dihadirkan JPU akan diperiksa oleh majelis.

Khairunnisa - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sidang Ba'asyir Ramai dengan Teriakan
Saksi Korban Bom JW Marriott Tak Mengenal Ba'asyir
Sidang Ba'asyir Panggil Tujuh Saksi
Penyembunyi Dr.Azahri Di Jawa Timur Menghuni LP Cipinang
Kapolri Optimis Dr Azahari Segera Tertangkap
Sikap Pasrah Ibu Hasan, Tersangka Pengebom Kuningan
Putusan Sela : Eksepsi Ditolak, Persidangan Dilanjutkan.
Rangkaian Bom dalam Tas Teroris
Dr. Azahari Tiga Kali Ditilang Polisi
Empat Tersangka Bom Kuningan Ditangkap
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Badan Intelijen Negara
Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data