|
Nasional
Saksi Korban Bom JW Marriott Tak Mengenal Ba'asyir
Selasa, 30 November 2004 | 13:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dua orang saksi telah diperiksa pada sidang perkara Abu Bakar Ba'asyir, Selasa (30/1). Keduanya adalah keluarga dari korban pemboman Hotel JW Marriott yaitu Sri Lestari dan Husni. Pemeriksaan terhadap keduanya hanya berlangsung sekitar 15 menit. Tidak banyak yang dapat ditanyakan oleh majelis hakim, jaksa penuntut umum maupun penasihat hukum terhadap keduanya, karena keduanya tidak mengenal Abu Bakar Ba'asyir.
Saat berita ini diturunkan, saksi ketiga tengah diperiksa yaitu Syamsul Bahri, seorang warga negara Malaysia. Syamsul mengaku mengenal Ba'asyir di Malaysia dalam beberapa pengajian Abdullah Sungkar almarhum --kakak Ba'asyir dan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki-- yang diikutinya.
Dalam kesaksiannya, Syamsul mengakui keberadaan Jamaah Islamiyah yang dipimpin oleh Abdullah Sungkar. Ia sendiri dalam keanggotaan Jamaah Islamiyah, memiliki jabatan ketua Qirdas di wilayah Johor Malaysia.
Penasihat hukum Ba'asyir sempat mengajukan keberatan atas diungkitnya kembali masalah Jamaah Islamiah. Menurut salah seorang anggota tim, masalah JI telah diperiksa pada sidang sebelumnya dan tidak terbukti serta telah berkekuatan tetap. Namun, Hakim Ketua Soedarto tetap menganggap perlu masalah tersebut diperiksa kembali dengan alasan bahwa dakwaan pada sidang kali ini berbeda dengan sebelumnya.
Syamsul pindah ke Indonesia pada 2002 setelah mencuatnya. "Karena merasa dicari-cari polisi, atas saran teman saya pindah ke Indonesia," katanya. Di Indonesia, Syamsul yang sempat belajar agama di Pakistan, pernah mengikuti pertemuan di Semarang dengan beberapa lulusan Pakistan. Dalam pertemuan itu, diakui Syamsul disepakati perlunya kembali, diulas pelajaran-pelajaran yang pernah didapatkan di Pakistan diantaranya tentang pembuatan sirkuit paralel dan seri.
Didepan majelis, Syamsul menyatakan kegiatan JI tidak lain adalah berdakwah. Adapun jihad yang diajarkan dalam JI, menurutnya adalah melawan orang-orang kafir yang memerangi Islam, seperti di Afganistan dan Moro. Pada awalnya, kata Syamsul ia tidak percaya apabila yang melakukan beberapa peledakan di Indonesia adalah anggota JI.
Khairunnisa - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|