Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

LPJ Hasyim Muzadi Diterima
Selasa, 30 November 2004 | 08:51 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali: Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) dapat diterima Pengurus Wilayah (PWNU) seluruh Indonesia dan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) dari luar negeri. Sebanyak 30 PWNU dan 4 Pengurus Cabang Istimewa memberikan pandangan dan pendapat. Hasilnya 29 PWNU dapat menerima LPJ secara bulat dan penuh tanpa catatan apapun dan lima PWNU menerima LPJ namun disertai sejumlah catatan.

Selain diterima, duet KH Sahal Mahfudh dan KH Hasyim Muzadi hampir pasti terpilih kembali menjadi Rais Am dan Ketua Umum Tanfidziyah pada kepengurusan 2004-2009.
Sebanyak 26 Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) secara langsung menyebut nama KH Sahal Mahfudz dan KH Hasyim Muzadi untuk dicalonkan kembali memimpin PBNU pada kepengerusan mendatang.

Salah satu PWNU yang memberikan sejumlah catatan adalah PWNU Jawa Timur. Diantaranya catatan yang diberikan adalah belum selesainya perbedaan antara KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Hasyim Muzadi. Padahal perbedaan itu, menurut catatan yang dibacakan Ketua PWNU Jatim Ali Mahsan Musa, karena belum selesainya aktualisasi Khittah NU 1926. PWNU Jatim berharap pada di muktamar di Boyolali ini semua masalah itu dapat diselesaikan.

Sementara itu, PWNU Jawa Tengah memberi catatan, prorgam-program PBNU belum menyentuh sampai tingkat paling bawah. Jawa Tengah juga memberikan perhatian agar PBNU lebih memfokuskan pada bidang pendidikan yang jauh tertinggal.

PWNU Jateng mengharapkan PBNU mendatang dapat mengoptimalkan lembaga yang mampu mengurusi pendidikan secara sunguh-sungguh. Sementara itu, PWNU dari luar Jawa hampir semuanya memberikan cacatan kurang diperhatikannya keberadaan NU di luar Jawa. Akibatnya NU luar Jawa tidak dapat berkembang dengan baik.

Di masa mendatang, PBNU diminta lebih memprioritaskan pengembangan NU di luar Jawa gara NU menyebar di seluruh Indonesia.

Anas Syahirul/Syaiful Amin - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gus Dur Blacklist Hasyim, Andi Jamaro dan Machrus
Delapan PWNU Kembali Dukung Hasyim Muzadi
Gus Dur Dukung Pasangan Sahal dan Gus Mus
Ansor Kecam Rancangan AD/ART NU yang Sentralistik
Hasyim Bantah Libatkan NU dalam Pemilu Presiden
Greg Barton : NU Tandingan Upaya Negosiasi
Greg Barton: Peluang Hasyim Muzadi Besar
Menanggapi Pertangungjawaban Hasyim Muzadi, Peserta Muktamar Terbelah
Hasyim Muzadi Tinggalkan Rp 5,5 Miliar Untuk Pengurus Baru
Pidato LPJ Hasyim Muzadi Disambut Unjuk Rasa
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Tim Kampanye Calon Presiden
Perkiraan Peta Dukungan Calon Presiden
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

NU Online
Situs Megawati-Hasyim Muzadi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data