Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Greg Barton: Peluang Hasyim Muzadi Besar
Senin, 29 November 2004 | 18:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Peluang KH Hasyim Muzadi untuk terpilih kembali dalam Muktamar NU ke-31 ini masih cukup besar meski banyak suara yang menginginkan perubahan.

“Memang ada banyak yang ingin perubahan, tapi muktamar ini ditentukan oleh pengurus cabang dan wilayah,” Greg Barton, pengamat NU dari Deakin University, Australia.

Artinya, lanjut dia, jika Hasyim terpilih lagi bukan hal yang aneh dan sangat masuk akal karena menguasai secara struktural.

“Justru kalau Hasyim tidak terpilih, itu merupakan hal yang luar biasa. Berarti ada perubahan atau reformasi,” ungkap Greg dilokasi muktamar, Senin (29/11).

Meski yang berpeluang adalah calon yang menguasai NU struktural, Greg Barton menilai peluang Gus Dur tetap terbuka. Sebab, jelas dia, di NU persoalan wibawa masih
sangat kuat dan Gus Dur memiliki faktor itu. “Masih ada kemungkinan Gus Dur terpilih, karena faktor wibawa masih kuat di NU. Jadi masih meski wakil cabang sudah ada
keputusan, itu akan bisa berubah lagi,” ujar pengamat NU yang dikenal dekat dengan Gus Dur ini.

Greg lantas mencontohkan kejadian muktamar di Cipasung, dimana saat itu ada keinginan dari pemerintah untuk menjagokan Abu Hasan sebagai Ketua PBNU tandingan dengan
disertai pembagian unag kepada cabang-cabang. “Tapi tahap terakhir mereka
tidak mau untuk memilih Abu Hasan dan tetap memilih Gus Dur,” ujarnya.

Mengenai bagaimana kondisi NU jika Hasyim
terpilih kembali sementara banyak kalangan terutama dari kalangan muda yang menginginkan perubahan, Greg
memprediksikan PBNU akan mengalami penurunan semangat. ”Mungkin saja kaum NU kultural yang selama ini menolak Hasyim akan tidak semangat lagi,” papar Greg.

Sebab, kata Barton, pada saranya NU adalah jaringan ulama dan pesantren. Semangat pesantrennya tidak akan
hilang, hanya saja mungkin akan banyak kiai atau pesantren yang merasa tidak perlu aktif di organisasi NU. “Tapi secara kultural mereka tetap NU,” paparnya. (anas syahirul)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hasyim Bantah Libatkan NU dalam Pemilu Presiden
Greg Barton : NU Tandingan Upaya Negosiasi
Menanggapi Pertangungjawaban Hasyim Muzadi, Peserta Muktamar Terbelah
Hasyim Muzadi Tinggalkan Rp 5,5 Miliar Untuk Pengurus Baru
Pidato LPJ Hasyim Muzadi Disambut Unjuk Rasa
Pembacaan LPJ Hasyim Muzadi Mendadak Maju
Kaum Muda NU Tolak Politisasi Muktamar
Para Kiai Sepuh Kirim Utusan Temui Tiga Tokoh NU
Sore Ini, Hasyim Muzadi Bacakan LPJ
Pembahasan Tata Tertib Alot
> selengkapnya...


Website

NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data