Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Sinta Nuriyah Protes Hidangan Muktamar NU
Minggu, 28 November 2004 | 21:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sinta Nuriyah, isteri Gus Dur, memprotes hidangan yang disajikan saat pembukaan Muktamar NU di Solo, Minggu (28/11). Hidangan Ayam Bakar Wong Solo yang disajikan pada acara tersebut dinilai telah melecehkan harkat dan martabat kaum perempuan.

"Sebagai perempuan sekaligus mewakili perempuan yang peduli akan nasib kaum perempuan Indonesia, saya sangat menyesalkan panitia muktamar yang telah menghidangkan hidangan ayam bakar Wong Solo," tegas Sinta Nuriyah yang didampingi Gus Dur saat berbicara di depan wartawan di kediaman Mahfud MD di Yogyakarta,
Minggu (28/11) malam.

Isteri Gus Dur menanyakan maksud panitia muktamar dengan menghidangkan ayam bakar Wong Solo pada hajatan akbar kaum Nahdliyyin tersebut. "Hidangan ayam bakar
Wong Solo itu bagi kami telah melecehkan dan menginjak-injak martabat kaum perempuan. Sebab, semua orang tahu bahwa ayam bakar Wong Solo, Puspo Wardoyo,
adalah pelaku poligami. Kita tahu, poligami diantaranya telah menyengsarakan perempuan dan anak-anak. Kami sangat menyesalkan tindakan ini," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Sinta Nuriyah juga mengimbau kepada para peserta muktamar untuk tidak mengkonsumsi hidangan yang disajikan panitia yang telah disediakan
Puspo Wardoyo, yakni ayam bakar Wong Solo. "Secara moral saya menggugah nurani peserta muktamar untuk menolak kekerasan terhadap perempuan dengan cara menolak hidangan ayam bakar Wong Solo," ujarnya.

Jika dana yang dimiliki panitia muktamar terbatas, lanjutnya, Sinta Nuriyah menawarkan diri untuk menyiapkan hidangan yang bebas dari unsur penindasan terhadap perempuan. "Peserta muktamar silakan datang ke Dapur Anti Poligami yang kami dirikan di seberang
asrama haji," tegasnya.

Usai pertemuan pers, Sinta Nuriyah juga membagi-bagikan selebaran kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang berisi imbauan-imbauan. "Bentuk nyata kepedulian terhadap kemaslahatan perempuan adalah boikot makanan Ayam Bakar Wong Solo yang mempromosikan poligami. Poligami adalah kekerasan yang melanggar prinsip keadilan dalam Islam," tulisnya.

Juga tertulis : "Boikot Ayam Bakar Wong Solo yang mempromosikan poligami. Mampirlah ke Posko Perempuan, Nikmatilah Ayam BUKAN Wong Solo. Lezat, bergizi tanpa eksploitasi, tanpa pelecehan : Halalan Thayyiban jiddan, di seberang Jalan Asrama Haji."

Menjawab pertanyaan wartawan, Sinta Nuriyah mengakui bahwa di kalangan NU sendiri memang banyak pelaku poligami. Menurut Sinta Nuriyah, poligami tidak seusai dengan spirit ajaran Islam yang mejadi rahmat bagi seluruh alam. Sinta Nuriyah bahkan mengimbau agar ayat-ayat suci yang berisi tentang poligami hendaknya dipahami secara utuh, bukan sepotong-sepotong.

Heru Cn-Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]


Berita Terakhir

Bursa Amerika Anjlok
Sumatera Barat Dapat Penawaran Perdagangan Karbon
Pak Wonohito Dimakamkan Siang ini
McCain Pilih Gubernur Perempuan Sebagai Cawapres
Jalan Jakarta Pagi Lancar, Siang Rawan Kemacetan

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data