|
Muktamar NU
Kubu Hasyim Muzadi Tak Gentar, Walau Gus Dur Didukung Kiai Sepuh
Minggu, 28 November 2004 | 21:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski para kiai sepuh telah mendaulat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai calon Rais ‘Aam Syuriah PBNU berpasangan dengan KH Musthofa Bisri (Gus Mus) sebagai calon Rais ‘Aam Tanfidhiyah (Ketua Umum) periode 2004-2009, kubu KH Hasyim Muzadi menyatakan tetap siap bersaing dengan Gus Dur di arena Muktamar NU ke-31. “Pak Hasyim akan terus maju dan tidak khawatir. Kami optimis Pak Hasyim terpilih lagi,” kata KH Masruri Mughni, Rais Syuriyah PWNU Jateng.
Mughni juga menegaskan, dari 36 cabang NU yang ada di Jateng, dipastikan hanya dua cabang yang tidak mendukung pencalonan terhadap Hasyim yang dipasangkan dengan KH MA Sahal Mahfudz.
Khusus tentang kesediaan Kiai Sahal untuk kembali dicalonkan sebagai Rais ‘Aam Syuriyah, Mughni mengaku telah bertemu dengan Kiai Sahal. “Kiai Sahal bersedia dicalonkan sebagai Rais ‘Aam Syuriyah berpasangan dengan Pak Hasyim dengan catatan, Pak Hasyim harus berjanji tidak akan terlibat dan membawa NU ke wilayah politik praktis”.
Ketidak khawatiran serupa juga disampaikan oleh salah satu tim sukses Hasyim, Ahmad Bagja. Menurutnya, pernyataan sejumlah kiai sepuh yang mencalonkan Gus Dur dan Gus Mus sama sekali tidak berpengaruh terhadap pencalonan Hasyim. “Sama sekali tidak berpengaruh, karena dukungan tersebut hanya disampaikan oleh sejumlah kiai sepuh. Padahal di NU terdapat ratusan kiai sepuh,” ujar Bagja.
Bagja yang juga Ketua Panitia Muktamar, melihat pencalonan Gus Dur belum tentu mulus, karena harus menunggu kesediaan dari Gus Mus. “Ya, kalau bersedia, kalau tidak,” katanya.
Minggu (28/11), bertempat di Hotel Novotel Solo, lebih dari dua puluh kiai sepuh NU mendaulat Gus Dur untuk menjadi Rais ‘Aam Syuriah PBNU berpasangan dengan Gus Mus sebagai Ketua Umum PBNU. Para kiai tersebut antara lain KH Nurul Huda Jazuli (Ploso, Kediri), KH Abdullah Abas (Buntet, Cirebon), KH Hamdan Cholid (Martapura), KH Sanusi Baco (Sulawesi Selatan), KH Azis Amin (Jakarta), KH Zaenuddin Maftuhin (Lasem), KH Mahfud Sobari (Mojokerto), KH Hanief Muslich (Mranggen), KH Muhaiminan Gunardo (Parakan), KH Chotib Umar (Jember), Tuan Guru Turmudzi (Lombok, NTB), KH Mas Subadar
(Pasuruan).
KH Muhaiminan Gunardo,,juru bicara para kiai sepuh menyatakan, alasan dukungan terhadap Gus Dur adalah dalam rangka menyelamatkan NU dari ancaman perpecahan.
Sohirin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|