Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Muktamar NU

Mimbar Bebas dan Istighosah Buat Yang Terpinggirkan.
Minggu, 28 November 2004 | 18:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Terbatasnya rancangan materi yang hendak dibahas dalam Muktamar NU ke-31 mengundang keprihatinan kalangan nahdhiyin. Warga NU yang tergabung dalam Nahdliyin Crisis Center (NCC) menilai rancangan materi muktamar yang akan dibahas dalam sidang-sidang sangat elitis dan tidak menyentuh problem yang diterima warga NU.

Sebagai bentuk kekecewaan, NCC mendirikan mimbar bebas di sekitar arena muktamar. Di sebuah halaman rumah yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi asrama haji tersebut, aktifis NCC memfasilitasi warga NU yang ingin berkeluh kesah lewat mimbar bebas. "Bagi siapa saja warga NU yang ingin mengemukakan pendapat, keluhan, uneg-uneg atau aspirasi apa saja tentang NU dipersilakan, secara bebas."kata KH Mu’tashim Billah, wakil Koordinator NCC, Minggu (28/11). Mimbar bebas itu juga diberikan bagi para muktamirin yang tidak mendapatkan ruang dan kesempatan mengutarakan kepentingannya di sidang-sidang muktamar.

Dalam mimbar bebas yang diberi nama Mimbar Warga itu pada hari pertama pelaksanaan muktamar tampak belum mendapat perhatian para nahdhiyin. Mereka yang datang ke tempat itu belum terlalu banyak. Setiap harinya, Mimbar Warga itu akan digelar pukul 11.00 s/d 12.00 WIB.

Selain dalam bentuk mimbar bebas, NCC juga menyampaikan kekecewaannya dalam bentuk doa istighosah. Acara istighosah dipimpin KH Hamid yang berlangsung di posko NCC.

Rancangan materi yang akan dibahas pada Muktamar ke-31 terdiri lima bahasan sidang komisi. Yakni Komisi diniyah, Komisi peninjauan kembali AD/ART serta produk organisasi, komisi keorganisasian dan pendanaan, Komisi tausiyah dan rekomendasi, komisi pertanggungjawaban PBNU periode 1999-2004. "Dari kelima komisi dan bahasan materinya, sama sekali tidak tampak pembahasan yang mengapresiasi problem-problem kehidupan nyata warga NU. Seperti buruh, masalah pertanian, diskrimnasi perempuan, TKI dan lainnya,’’ tambah Mu’tashim Billah.

Terbatasnya materi bahasan muktamar itu, menurut Kiai Mu'rashim, menunjukkan tidak adanya kepekaan NU terhadap masalah warganya sendiri.

Anas Syahirul




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kiai Sepuh Setuju Gus Dur Jadi Rois AM
Gus Dur Bertemu 20 Kiai Sepuh Secara Tertutup
Gus Dur Ancam Keluar Dari NU
Gus Dur Protes Tidak Diundak Rapat Terakhir NU
Ulil: Jika Hasyim Muzadi Terpilih Kembali Harus Tandatangani Kontrak Politik
Gus Mus Belum Tentukan Sikap
Masdar Mas'udi: People Power Di NU Bisa Ambil Alih Kekuasaan
Kiai Sepuh Pendukung Hasyim Muzadi Konsolidasi
Demo Anti Hasyim Warnai Pembukaan Muktamar NU
Presiden Serahkan Keputusan Pada Peserta Muktamar
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data