|
Nasional
Ulil: Jika Hasyim Muzadi Terpilih Kembali Harus Tandatangani Kontrak Politik
Minggu, 28 November 2004 | 14:26 WIB
TEMPO Interaktif, Boyolali: Cendekiawan muda NU Ulil Absar Abdalla memprediksi skenario terburuk dalam Mukmatar NU ke 31 adalah terpilih kembali Hasyim Muzadi sebagai ketua umum PBNU. Jika itu terjadi, Ulil mendesak agar muktamirin meminta Hasyim Muzadi membuat kontrak politik hitam di atas putih. Isinya, Hasyim berjanji tidak akan mengulangi lagi menarik NU ke politik praktis dan perebutan kekuasaan.
"Saya sendiri tidak menolak NU berpolitik praktis tapi syaratnya harus punya landasan yang jelas. Sedangkan sampai saat ini tidak ada landasan yang solid itu," kata Ulil menjawab pertanyaan Tempo di sela-sela muktamar di asrama haji Donohudan Boyolali, Minggu (28/11).
Dikatakan Ulil, saat ini NU dalam kondisi kritis setelah trauma pemilu legislatif dan pemilu presiden langsung kemarin. Sehingga dalam muktamar kali ini, kata Ulil, harus ada masalah kritis yang diputuskan khususnya menyangkut hubungan antara NU dengan dunia politik. Mukmtamar, kata dia, harus bisa membuat rumusan yang jelas dan tegas bagimana menempatkan NU dalam wilayah politik.
20 tahun setelah mukmatar NU 1984, yang menjadi tonggak kembalinya NU ke khittah, kata Ulil, banyak terjadi penyimpangan dan distorsi. Mukmatar kali ini, kata aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) ini, NU harus diarahkan lagi kembali ke jalur semula yaitu sebagai gerakan jam?iyah, diniyah, ijtimaiyah dan tarbiyah.
"Untuk Hasyim Muzadi, dia sudah membaktikan dirinya bagi NU. Tapi pasca-pilpres kemarin, NU menjadi terpecah atas kiprahnya itu. Warga NU semakin terfragmentasi termasuk lewat plitik uang. Dukungan NU struktural terhadap Hasyim memang masih kuat. Tapi menurut saya, jika Hasyim terpilih lagi maka dalam kepengurusannya lima tahun mendatang akan banyak masalah. Maka idealnya Hasyim Muzadi secara suka rela tidak maju lagi dalam pemilihan ketua umum PBNU," kata Ulil.
Bagaimana dengan Abdurrahman Wahid? Menurut Ulil, Gus Dur juga merupakan bagian dari kepemimpinan lama. Kontribusi Gus Dur bagi NU, kata Ulil, jelas sangat besar. Tetapi sebaiknya, kata dia, Gus Dur juga tidak maju dalam arena pertarungan di muktamar ini.
"Gus Dur sudah berkiprah di PKB. Tapi kalau kemudian ingin kembali lagi ke NU, Gus Dur harus meninggalkan seluruh aktivitasnya di PKB. Tapi kalau Gus Dur masih mendua, jelas akan repot nantinya," kata Ulil.
Syaiful Amin - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|