Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

KH MA Sahal Mahfud: NU Harus Kembali Ke Politik Kebangsaan
Minggu, 28 November 2004 | 10:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rais Am Syuriah PBNU KH MA Sahal Mahfud kembali mengingatkan, alam masalah politik, warga nahdliyin untuk kembali kepada politik kebangsaan, bukan terjebak pada politik praktis. Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan khotbah iftitah (sambutan pembukaan) Muktamar NU ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jateng, Minggu (28/11).

Menurutnya, politik praktis hanya menghabiskan waktu, dan secara psikologis telah menimbulkan kerenggangan diantara sesama warga NU. Untuk itu, NU harus kembali kepada politik kebangsaan dan politik kerakyatan sebagaimana yang telah dicontohkan para pendiri NU.

Politik kebangsaan yang dimaksud adalah, NU sebagai organisasi sosial keagamaan berkewajiban menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sedangkan politik keraktyatan adalah, Nuharus berhikmad kepada persoalan dan kepentingan bangsa.

"Sudah saatnya, NU menyapih sama sekali warga NU yang menggunakan hak politik praktisnya dengan cara menggariskan ketentuan-ketentuan yang ketat agar tidak terjadi praktik terang-terangan atau terselubung dan membawa institusi NU untuk kepentingan politik praktis," tegas Sahal yang disambut aplaus dari ribuan peserta muktamar.

Untuk itu, pengasuh pesantren Maslakhul Huda, Margoyoso, Kajen Pati, Jateng ini mengajak segenap warga nahdliyin untuk mentaati pengertian Khittah NU yang telah diputuskan pada Muktamar NU ke-30 di Lirboyo Kediri, Jatim, yang telah menegaskan agar pengurus NU tidak boleh merangkap sebagai pengurus partai politik.

Menurut, Fajrul Falakh, salah seorang Ketua PBNU mengatakan, salah satu agenda serius yang akan dibahas dalam muktamar kali ini adalah merevisi AD/ART yang didalamnya akan memisahkan secara tegas NU dari kepentingan politik praktis.

Sohirin/Imron Rosyid - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Buka Muktamar NU Ke-31
Gus Dur Aksi Protes Jalan Kaki
Ketua PBNU Harus tidak Mewakili Antagonisme Politik
Kaum Muda NU Gelar Muktamar 'Tandingan'
Hasyim Muzadi: Saya Tidak Ada Masalah dengan Gus Dur
Lirboyo Dukung Hasyim Muzadi Sebagai Ketum NU
Gus Dur: NU Tandingan Pemikiran Kyai Sepuh yang Menolak Politik Praktis
PKB Ingin Gus Dur Jadi Rois Aam PBNU
Dukungan ke Hasyim Muzadi Kian Menguat
Tolchah Cemaskan Rebutan Posisi Rais Aam NU
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data