|
Nasional
Gus Dur Aksi Protes Jalan Kaki
Minggu, 28 November 2004 | 09:09 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Mantan Ketua Umum PBNU Abdurahman Wahid membuktikan ancamannya untuk melakukan protes terhadap panitia Muktamar NU ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali dengan melakukan aksi jalan kaki sejauh sekitar 500 meter dari tempat acara berlangsung. Aksi yang diikuti oleh ratusan massa yang diantaranya adalah kiai-kiai sepuh dan berpengaruh di kalangan NU tersebut sebagai adalah protes karena panitia muktamar tidak mengundang sebagian kiai sepuh.
Aksi jalan kaki Gus Dur dimulai dari pertigaan dekat posko Nahdliyin Crisis Center yang merupakan kelompok gerakan kultural penentang Hasyim Muzadi. Dalam rombongan nampak diantaranya istri Gus Dur, Sinta Nuriyah, anaknya, Zanuba Arifah Chafsoh Rahman atau Yeni yang menuntun Gus Dur serta kyai sepuh seperti KH Muhaiminan Gunardo dari Temanggung, Tuan Guru Turmudzi dari NTB dan beberapa kyai lainnya.
Aksi Gus Dur itu bertepatan dengan kedatangan rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang pagi ini membuka muktamar. Akibatnya sempat terjadi kemacetan apalagi massa di sepanjang jalan berusaha bersalaman dengan mantan presiden tersebut. Bahkan, ada sejumlah warga NU yang histeris menangis berusaha meraih Gus Dur tetapi dihalangi pasukan Banser. Ketika memasuki tempat pembukaan muktamar, sekitar pukul 08.05 WIB, hampir seluruh Nahdliyin yang hadir berdiri menyambut rombongan Gus Dur yang sepanjang jalan menyanyikan Shalawat Badhar.
Sebelumnya kepada Tempo ketua PBNU KH Hasym Muzadi membantah kalau panitia tidak mengundang para kyai berpengaruh itu. "Siapa yang bilang kalau tidak diundang, memang beliau-beliau bukan menjadi peserta muktamar tetapi tetap kita diundang," ujar Hasyim, Minggu (28/11) dinihari tadi. Dari catatan Tempo atas informasi yang disampaikan aktivis NCC Muhammad Imam Azis, kyai yang tidak diundang tersebut diantaranya adalah KH Yusuf Hasyim dari Tebu Ireng, KH Muslim Rifai Imam Puro dari Klaten dan lain-lain.
Imron - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|