Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ketua PBNU Harus tidak Mewakili Antagonisme Politik
Minggu, 28 November 2004 | 08:40 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Fajrul Falah, salah satu Ketua PBNU menegaskan, untuk menghindari terulangnya upaya penarikan NU ke wilayah politik praktis, Muktamar NU ke-31 harus mampu memilih Ketua Umum PBNU, baik di jajaran Syuriah dan Tanfidhiyah yang tidak mewakili antagonisme kubu-kubu politik dewasa ini, baik kubu Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Hasyim Muzadi. "Tidak mewakili kubu Gus Dur maupun Hasyim Muzadi," kata Fajrul kepada Tempo sesaat setelah menghadiri rapat terakhir antara pengurus Syuriah dan Tanfidhiyah PBNU masa bakti 1999-2004, di Hotel Dwi Agung, Boyolali, Sabtu (27/11) malam.

Jika ada figur kompromi (yang tidak mewakili kedua kekuatan tersebut), menurut Fajrul, Hasyim Muzadi juga bisa menerima. Lantas, siapa figur yang dianggap steril dari pengaruh Gus Dur dan Hasyim? Dosen Fakultas Hukum UGM Yogyakarta ini menyebut nama KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH Tholhah Hasan sebagai kandidat kandidat kuat.

Selain itu, Fajrul juga menegaskan, untuk menghindari NU terjebak kepada politik praktis, harus ada konsolidasi yang bersifat visioner dari jajaran Syuriah dan Tanfidhiyah yang tidak membuka peluang seorang pengurus NU menjadi calon Presiden atau Kepala Daerah. Konsolidasi fisioner tersebut bisa diikuti dengan perubahan AD/ART NU. Perubahan AD/ART tersebut akan menjadi agenda serius dalam muktamar yang akam berlangsung mulai 28 November ?2 Desember. Salah satu tokoh yang mempersiapkan draft AD/ART tersebut adalah Gus Mus.

Salah satu draf perubahan tersebut adalah memperketat agar pengurus NU baik jajaran Syuriah maupun Tanfid di semua tingkatan tidak hanya sekedar non aktif dari kepengurusan, melainkan mengundurkan diri jika akan menjadi kandidat presiden maupun kepala daerah.

Sohirin - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gus Dur Aksi Protes Jalan Kaki
Kaum Muda NU Gelar Muktamar 'Tandingan'
Hasyim Muzadi: Saya Tidak Ada Masalah dengan Gus Dur
Lirboyo Dukung Hasyim Muzadi Sebagai Ketum NU
Gus Dur: NU Tandingan Pemikiran Kyai Sepuh yang Menolak Politik Praktis
PKB Ingin Gus Dur Jadi Rois Aam PBNU
Dukungan ke Hasyim Muzadi Kian Menguat
Tolchah Cemaskan Rebutan Posisi Rais Aam NU
Ketua PBNU Yakin NU Tak Pecah
Kelompok Status Quo yang Akan Menyingkirkan JIL
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data