|
Nasional
Soal Senjata, Tanpa Amerika Indonesia Masih Mampu
Sabtu, 27 November 2004 | 17:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Secara resmi, Sabtu (27/11) pameran pertahanan 2004 di Arena Pekan Raya Jakarta ditutup. Menurut Direktur Jendral Sarana Pertahanan, Departemen Pertahanan Aklanimaza, dari pameran ini, Indonesia ingin menunjukan pada dunia, teruatama Amerika Serikat, bahwa Indonesia mampu “mendatangkan” mesin-mesin perang. Pameran ini juga dinilai Aklani, sebagai upaya mendukung kebijakan politik luar negeri dan perrtahanan Indonesia.
Sebagaimana diketahui, dengan digelarnya pameran, Amerika mempertimbangkan embargo senjata atas Indonesia. Kini “Amerika bisa melihat, bahwa Indonesia bisa bekerja sama di bidang persenjataan dengan negara lain, tidak tergantung pada Amerika,” ujar Aklan kepada para wartawan, Sabtu (27/11) di arena pameran.
Menurut Aklani, awalnya pameran yang dihadiri lebih dari enam ribu pengunjung ini bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Bahwa kondisi Indonesia sudah lebih baik dari sebelumnya. Penyelanggaraan di tahun ini pun terlaksana sesudah mengalami dua kali penundaan sejak direncanakan Tahun 1998 lalu.
Mengenai transaksi selama pameran, Aklani mengatakan belum melihat transaksi nyata. “Yang ada hanya pendekatan-penekatan untuk kerjasama,” katanya. Sebab menurut Aklani, tujuan utama dari pameran ini bukan untuk terjadinya transaksi, tapi lebih kepada sarana publikasi produk-produk pertahanan. Begitu pula dengan target konsumen. Menurut Aklani, negara-negara lain juga diundang.
Adapun keinginan TNI untuk membeli beberapa peralatan tertentu yang dipamerkan, menurut Aklani, hal ini akan disesuaikan dengan kemampuan negara. Tapi Aklani menegaskan bahwa pemerintah, belum melakukan kerjasama resmi untuk membeli produk-produk yang dipamerkan.
Sunariah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|