|
Nasional
Penumpang Bus Dirampok Di Jalan Tol
Sabtu, 27 November 2004 | 16:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang penumpang bus PO Indah Jaya nopol E 7775 P yang menuju ke Tegal, Sabtu (27/11) sekitar pukul 02.00 WIB dinihari, dirampok tiga pelaku yang menyamar menjadi penumpang. Korban yang terluka kemudian dibuang di ruas tol Jakarta - Cikampek kilometer 15 arah Cikampek. Polisi masih memburu ketiga pelaku yang kabur.
Saat ini, sopir bus Indah Jaya jurusan Jakarta-Tegal, Atin dan dua awak bus, Yani dan Idin masih diperiksa secara intensif di Polres Bekasi. Sejauh ini, kepolisian masih menganalisis kesaksian awak bus yang berbeda dengan keterangan korban Suyatmo, sopir PT Sardo yang beralamat di Jalan Matraman Raya 17 Jakarta Timur.
Keterangan korban menyebutkan, dirinya naik bus itu dari perempatan selepas Terminal bus Pulogadung, Jakarta Timur. Sampai di dalam bus, korban melihat dua orang pelaku sudah berada di bangku bagian belakang bus. Seorang pelaku lainnya, naik bus setelah korban masuk ke dalam bus.
Suyatmo yang hendak pulang ke kampung halaman di daerah Cirebon, Jawa Barat itu juga mengatakan, setelah dirinya menumpang, bus itu langsung bergerak terus. Padahal, biasanya bus akan berhenti sebentar untuk mencari penumpang tujuan Jawa Barat dan Jawa Tengah. "Bus jalan terus, kayaknya disuruh sama penumpang itu," kata Suyatmo.
Saat itu Suyatno tidak merasa curiga, meski bus terus berjalan dan menolak penumpang yang hendak menyetop. Bahkan, pelaku juga memintah supaya seluruh lampu di dalam bus dipadamkan. Saat kendaraan memasuki pintu gerbang tol Cakung, Jakarta Timur, pelaku meminta awak bus segera menyalip mobil patroli polisi.
"Buruan, polisi cuma ganggu aja," kata Suyatmo menirukan ucapan pelaku pada polisi yang memeriksanya. Tidak lama setelah memasuki gerbang tol, pelaku mulai beraksi. Ketiga pelaku langsung duduk merapat ke bangku yang diduduki korban. Salah seorang pelaku menodongkan golok ke tubuh korban.
Dibawah ancaman dan dalam keadaan tidak berkutik, korban dipaksa menyerahkan seluruh harta benda yang dibawa. Karena para awak bus tidak berupaya menolong dan diam saja, korban pun terpaksa menyerahkan dompet berisi surat penting dan uang sebesar Rp 600 ribu untuk bekal pulang kampung. Mengira korban masih menyimpan uang, pelaku memukuli korban di bagian dada dan wajah. "Saya juga dipukul pakai gagang golok di mata saya," kata Suyatmo di Polres Bekasi. Selain dompet, pelaku mempreteli telepon genggam yang dikantongi korban.
Saat kejadian, menurut korban, bus tetap berjalan pelan-pelan. "Saya enggak bisa berbuat apa-apa, tidak ada yang menolong," kata Suyatmo.
Kejadian ini berlangsung cepat. Pelaku kemudian memaksa turun korban di bahu jalan tol, tepatnya di kilometer 15 di dekat jembatan kampus Universitas Empat Lima Bekasi (Unisma). Korban didorong para pelaku hingga terlempar keluar dari bus. Setelah itu, bus kembali berjalan normal menuju ke arah Cikampek.
Dalam keadaan luka sobek di pelipis mata bagian kanan, Suyatmo ditemukan petugas patroli tol Jakarta-Cikampek tidak lama setelah bus menghilang. Suyatmo lalu dibawa ke kantor sentral komunikasi tol Jakarta-Cikampek untuk menjalani perawatan.
Aparat polisi jalan raya dibantu petugas patroli tol yang mendapat laporan kejadian perampokan itu langsung berkoordinasi untuk mengejar bus Indah Jaya. Dari ciri-ciri yang diceritakan Suyatmo, petugas mengejar bus. Bus dapat dihentikan di kilometer 58 setelah dikejar petugas," kata Praptono, petugas patroli tol. Bus kemudian langsung dibawa ke Mapolres Bekasi dan digunakan sebagai barang bukti. Ketiga awak bus, yakni sopir, dan dua pembantunya ikut dibawa untuk diperiksa.
Saat ditemui Tempo, kondektur bus, Yani mengaku tidak tahu kalau kalau ada penjahat di dalam bus. “Tiga pria yang merampok itu, naik bus setelah korban naik," kata Yani. Saat itu, kata Yani, bus memang sengaja tidak mengambil penumpang di tengah jalan meski banyak yang ingin menumpang tujuan Cirebon. Yani juga bercerita, saat itu lampu bus tidak dimatikan. "Semua pelaku duduknya di bagian belakang bus, dan korban duduknya di paling depan," kata Yani.
Para pelaku menurut Yani beraksi bersamaan saat korban hendak membayar ongkos kendaraan. "Setelah masuk tol, saat korban mau bayar ongkos ke kita, waktu memberikan uang, ketiga pria itu langsung mendekat cepat, korban uangnya langsung diambil salah satu pelaku, dan korban langsung ditodong pakai golok," kata Yani.
”Satu pelaku menodong korban, satu pelaku menodong sopir bus dengan pisau,” tambahnya.
Sedangkan, satu pelaku lagi, kata Yani, berdiri mengawasi dirinya dan Idin yang tidak berbuat apa-apa. "Kami takut sekali, boro-boro ngelawan, ini baru pertama kali kami kena todong di jalan," aku Yani yang terlihat tegang di kantor polisi.
Setelah mempreteli barang-barang Suyatmo, pelaku menyuruh Yani dan Idin supaya menurunkan korban di dekat pintu tol Bekasi Barat. "Saya yang nurunin," kata Yani. Pelaku tidak meminta atau merampas harta benda milik awak bus. Beberapa kilo setelah korban turun, pelaku minta turun di sekitar pintu tol Bekasi Timur.
Kemudian bus tetap berjalan melanjutkan perjalanan dan tidak melapor pada petugas patroli tol atas adanya musibah itu. Diakui juga oleh Yani, bus baru berhenti setelah dipaksa berhenti oleh mobil pertugas PJR dan patroli tol. "Kami dibawa ke polisi untuk menjadi saksi dan dimintai keterangan," kata Yani.
Mendengar keterangan ini, Kepala Satuan Reserse Polres Bekasi, Komisaris Polisi Yudi AB Sinlaeloe membuat polisi lebih berhati-hati dalam menyimpulkan siapa pelaku dan modus aksi perampokan itu. "Awak bus terlihat berkelit terus," kata Yudi.
Selain itu, menurut Yudi, pengakuan para awak bus tentang kronologis peristiwa perampokan itu berbeda dengan pengakuan korban saat diperiksa polisi.
"Kami mencurigai kejadian ini ada keterlibatan awak bus, sebab keterangannya berbeda-beda, yang mencurigakan setelah kejadian itu mereka tidak melapor petugas, malah sempat dikejar-kejar," kata Yudi.
Saat ini, ketiga awak bus masih diperiksa secara bertahap di unit Kejahatan dan Kekerasan Polres Bekasi. Sedangkan korban, Suyatmo diperbolehkan ke kembali ke salah satu tempat tinggalnya di Jalan KPBD 17 Kebayoran Lama Rt 3/3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Siswanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|