Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hasyim Muzadi: Saya Tidak Ada Masalah dengan Gus Dur
Sabtu, 27 November 2004 | 14:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama, Hasyim Muzadi membantah telah terjadi perseteruan di kalangan NU. Terutama antara dirinya dengan mantan Ketua Umum PBNU Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Menurut Hasyim yang terjadi hanyalah perbedaan pendapat karena masing-masing pihak memiliki ide berbeda.

Sedangkan munculnya kubu-kubuan menjelang muktamar NU ke-31, dianggap Hasyim sebagai sesuatu yang wajar dan akan selesai dengan sendirinya setelah muktamar berakhir. Hasyim mengatakan bahwa hampir di setiap muktamar selalu muncul kubu-kubu. “Semenjak muktamar ke-27, ketika saya jadi ketua panitia, ya begini ini,” kata Hasyim.

Demikian pula dengan kubu Kiai Langitan dan kubu Kiai Lirboyo. Menurut Hasyim, tidak pernah ada poros-poros kiai tersebut. Hal ini muncul dari penglihatan orang luar, sebab kata Hasyim, para kiai tidak pernah merasa dirinya sebagai bagian dari poros tertentu.


Menurut Hasyim, Secara pribadi antara dirinya dengan Gus Dur juga tidak ada masalah. Yang ada menurut Hasyim adalah gaya kemepimpinan yang berbeda, begitu pula visi dalam membangun NU. Karena itu, maka menurut Hasyim, dirinya merasa tidak perlu untuk merencanakan pertemuan khusus dengan Gus Dur. "Setiap saat bisa ketemu, nggak usah direncanakan, wong di kantor PBNU kepethak kepethuk (berulang kali ketemu), enggak ada soal,” kata Hasyim.

"Perseteruan itu tidak ada, biar nanti para muktamirin dan warga NU yang memilih, jadi tidak ada perseteruan di sini," kata Hasyim kepada wartawan di Hotel Lor In Solo, Sabtu (27/11).

Hasyim Muzadi juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan Lpaoran Pertanggung Jawaban (LPJ) kepemimpinannya dalam Muktamar. Hasyim menyebut, dalam LPJ ini juga akan disampaikan alasan keputusannya menerima pinangan Megawati Soekarnoputri untuk menjadi calon wakil presiden dalam pilpers lalu.

"Semua dipertanggungjawabkan, tidak boleh ada yang ketinggalan. Selama 5 tahun apa yang sudah saya lakukan dan dilakukan oleh PB," kata Hasyim.

Imron Rosyid

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Lirboyo Dukung Hasyim Muzadi
Lirboyo Dukung Hasyim Muzadi Sebagai Ketum NU
Gus Dur: NU Tandingan Pemikiran Kyai Sepuh yang Menolak Politik Praktis
PKB Ingin Gus Dur Jadi Rois Aam PBNU
Dukungan ke Hasyim Muzadi Kian Menguat
Tolchah Cemaskan Rebutan Posisi Rais Aam NU
Ketua PBNU Yakin NU Tak Pecah
Kelompok Status Quo yang Akan Menyingkirkan JIL
Hasyim Muzadi: NU Sudah Sesuai Khittah
Aktivis Muda NU Dirikan Nahdliyin Crisis Center
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Penumpang Pesawat Spanyol Ceritakan Keajaiban
Alokasi Anggaran Daerah Dinilai Terlalu Kecil
Star Trek di Konsol Game
Sony Perkenalkan PS3 160 Gigabita
Pengacara: Tak Ada Saksi Muchdi Dendam kepada Munir

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data