|
Nasional
Pramuka Atasi Pemakaian Obat Terlarang pada Remaja
Sabtu, 27 November 2004 | 05:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Masalah generasi muda di Indonesia saat ini memasuki titik krusial. Hanya 30 persen lulusan SD yang masuk SMP dan cuma lima persen lulusan SMA yang ke perguruan tinggi. ?Sisanya drop out dan jadi penganggur atau bekerja ditempat yang tidak semestinya,? ujar Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Prof. Dr. Azsrul Azwar di Cibubur, Jakarta, Jumat (26/11).
Menurut Azrul, remaja yang penganggur tersebut akhirnya terjebak pada tindak kriminalitas dan narkotika. Dari data yang ada, sekitar dua juta generasi muda Indonesia memakai obat-obat terlarang. Sebagian besar mereka menggunakannya melalui suntikan. Kini, kata Azrul, sekitar 40 persen dari mereka terkena penyakit AIDS.
Di Kabupaten Merauke, Papua, kata Azrul, penyakit AIDS sudah menakutkan. ?Saya barusan mendapat informasi dengan anggota pramuka dari Kwartir Cabang Merauke,? kata Azrul. Menurutnya, Gerakan Pramuka telah lama mengatasi masalah ini. ?Kami sudah lakukan melalui program Pramuka Peduli,? ujar Azrul yang menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurutnya, Kwarnas Gerakan Pramuka telah melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional yang berkaitan dengan sektor kesehatan dan pendidikan seperti UNICEF.
Dijelaskan Azrul, ada dua keuntungan dari kerja sama Pramuka dengan lembaga internasional. Pertama, Pramuka membantu secara konkret terhadap masalah generasi muda. Kedua, Gerakan Pramuka mendapat dana untuk mengelola organisasi. ?Dana menjadi salah satu masalah utama dari Gerakan Pramuka saat ini,? kata Azrul yang pernah menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Eworaswa?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|