|
Listrik Bekasi Padam, Ujian Mahasiswa Batal
Jum'at, 26 November 2004 | 00:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hujan lebat yang mengguyur Bekasi selama satu jam mengakibatkan gangguan teknis pada pembangkit listrik. Jum'at (26/11) sekitar pukul 19.10 WIB, aliran listrik untuk sebagian wilayah Kota Bekasi terputus sehingga gelap gulita. Dampaknya, berbagai aktifitas, seperti ujian tengah semester yang diselenggarakan kampus STIE Tri Bhakti Bekasi dibatalkan.
Pengamatan Tempo, tidak hanya mahasiswa yang terpaksa batal mengikuti ujian, tetapi para pengunjung warung internet kecewa. Pasalnya, sebagian pengunjung yang tengah mengetik tidak menyimpan data sebelum listrik mati. Bahkan, hasil ketika skripsi sejumlah mahasiswa juga hilang.
Putusnya aliran listrik dengan tiba-tiba itu dikeluhkan sebagian besar warga Kota Bekasi. Seperti juga Iqbal, salah satu mahasiswa Tri Bhakti yang baru sepuluh menit mengerjakan soal ujian terpaksa dipulangkan pengelola kampus. "Gimana kita sudah serius datang untuk ujian, tapi lampu mati begini," kata Iqbal.
Saat itu, sedikitnya 90 mahasiswa kampus yang berada di Jalan Ahmad Yani, belakang pusat perbelanjaan Hero itu baru sepuluh menit mengerjakan soal. Hujan turun dengan lebatnya sejak pukul 18.00 WIB. Lalu, tidak ada petir, kecuali air hujan menyebabkan listrik tiba-tiba mati begitu saja. Ujian yang akan dilaksanakan pukul 19.00-21.00 WIB di kampus batal.
Menurut pegawai administrasi kampus Tri Bhakti yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, sebelumnya tidak ada pemberitahuan bahwa akan terjadi pemadamanan listrik oleh PLN setempat. "Tapi tiba-tiba mati begini, parahnya kita tidak punya mesin genset untuk antisipasi padam sehingga ujian jadi kacau," kata dia.
Bagi kampus Tri Bhakti, pihak PLN dianggap tidak bertanggung jawab dengan tidak memberi tahu bahwa akan terjadi pemadaman listrik sehingga merugikan kampus. "Kalau begini caranya, konsumen yang dirugikan, apalagi waktu kita cek ke gardu dan tidak ada petugas yang mengatasinya," ujarnya.
Meski begitu, tidak ada niatan pihak kampus untuk mengguggat pihak PLN. Pihak kampus menyadari padamnya listrik itu bisa jadi memang tidak ada kesengajaan atau ada factor teknis lainnya. Namun, tetap saja tanpa antisipasi dari PLN, konsumen dirugikan dengan adanya padamnya aliran listrik ini.
Begitu juga pemilik warung interner "Cyber Most" di dekat Hero Bekasi, akibat padamnya aliran listrik, para pengguna jasa internet berteriak karena kesal. Alasannya, ketikan mereka sebagian belum sempat di simpan. "Kita juga merasa rugi karena mati, kita jadi diprotes para langganan kita," ujar Iwan, pengelola jasa warnet itu.
Protes langganan internet itu, kata Iwan, karena data hilang sebelum disimpan. "Banyak yang lagi bikin skripsi, ilang begitu saja," ujar dia. Namun Iwan mengaku belum bisa menghitung berapa jumlah kerugian akibat padamnya listrik itu. "Yang jelas komputer untuk menjumlah pulsa pemakaian internet juga ilang," kata Iwan.
Listrik baru memijar kembali 90 menit kemudian. Sekitar pukul 20.20 WIB. Sementara itu di gardu listrik cabang Kayuringin tidak ada seorang petugas PLN yang dapat dimintai konfirmasi //Tempo// terkait dengan padamnya aliran listrik yang membuat sebagian besar konsumen di Kota Bekasi merugi.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|