Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lirboyo Dukung Hasyim Muzadi Sebagai Ketum NU
Jum'at, 26 November 2004 | 23:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Loyalitas komunitas Pondok Pesantren Lirboyo terhadap KH Hasyim Muzadi ternyata tetap solid. Meskipun tidak berhasil mengantarkan Ketua Umum PBNU ke tampuk kursi cawapres, dalam Muktamar NU ke 31 Pengasuh Pondok pesantren Lirboyo, KH Idris Marzuki, menyatakan mendukung penuh tampilnya kembali KH Hasyim Muzadi sebegai Ketua Umum Tanfidziah PBNU.

Ditemui di kediamannya di komplek Ponpes Lirboyo, Jum'at (26/11) malam menjelang berangkat ke arena Muktamar bersama KH Hasyim Muzadi yang menjemputnya, ulama yang akrab disapa Mbah Idris itu menyatakan alasannya mendukung KH Hasyim Muzadi. Menurutnya, Hasim Muzadi pantas dicalonkan kembali karena selama ini kepemimpinannya dinilai cukup kondusif.

"Saya mendukung Pak Hasyim Muzadi karena beliau tidak pernah memecat orang dan tidak pernah membekukan
pengurus cabang atau pengurus wilayah NU. Dan terbukti, selama NU dibawah kepemimpinan beliau aman-aman saja," kata Mbah Idris kepada Tempo, saat bercengkerama dengan Hasyim Muzadi menjelang bertolak ke arena muktamar dengan lebih dulu akan mampir ka makam para pendiri NU di Jombang.

Menurutnya, yang terpenting harus dipikirkan seluruh kaum nahdliyin dan peserta para muktamirin, pelaksanaan mukatamr harus tenteram dan tidak ada saling menjegal antar calon. Karena jika jegal-jegalan itu terjadi, maka yang kalah akan mendendam. "Jadi saya kira kita semua harus menjaga ketentraman muktamar," Mbah Idris menandaskan.

Dalam kesempatan tersebut, KH Hasyim Muzadi membantah bahwa telah terjadi penolakan kehadiran KH Mas Subadar, pengasuh Ponpes Besuk Pasuruan di arena muktamar. Menurutnya, penolakan itu terjadi karena yang bersangkutan merangkap jabatan di PKB, yaitu sebagai anggota Dewan Syuro DPP PKB. Di NU KH Subadar menjabat sebagai Mustasyar PBNU. Namun sebagai ulama KH Mas Subadar akan tetap diundang dalam muktamar dalam kapasitas sebagai ulama.

"KH Mas Subadar itu ulama, tentu saja beliau akan diundang dalam kapastias sebagai ulama. Yang jelas dalam AD/ART NU, yang merangkap jabatan tidak boleh masuk sebagai muktamirin. Saya yakin semua pihak tahu aturan itu. Jadi nggak perlu dipersoalkan," kata Hasyim Muzadi.

Dwidjo U. Maksum

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gus Dur: NU Tandingan Pemikiran Kyai Sepuh yang Menolak Politik Praktis
PKB Ingin Gus Dur Jadi Rois Aam PBNU
Dukungan ke Hasyim Muzadi Kian Menguat
Tolchah Cemaskan Rebutan Posisi Rais Aam NU
Ketua PBNU Yakin NU Tak Pecah
Kelompok Status Quo yang Akan Menyingkirkan JIL
Hasyim Muzadi: NU Sudah Sesuai Khittah
Aktivis Muda NU Dirikan Nahdliyin Crisis Center
Hasyim: NU Tandingan Tidak Akan Berumur Lama
Gus Dur Akan Buat NU Tandingan Jika Hasyim Terpilih
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data