|
Nasional
Tim Mabes Polri Diskusi Analisa Toksikologi di Belanda Hari Ini
Jum'at, 26 November 2004 | 23:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim Mabes Polri akan berdiskusi tentang hasil analisa toksilogi—terkait dengan kasus kematian aktivis hak asasi manusia, Munir--dengan tim dari pemerintah Belanda Jumat (26/11) ini.
“Tim akan berdiskusi mengenai hasil analisis itu," ujar Suyitno Landung, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris, Jumat (26/11) kepada Tempo melalui telepon.
Tim tersebut, lanjutnya, dibantu oleh Duta Besar Indonesia untuk Belanda. Tujuan kedatangan tim, ujar Suyitno adalah untuk meminta hasil analisa toksikologi yang dilakukan tim dari Belanda. "Ini sebagai sumber proses hukum di Indonesia. Selain itu kami juga minta dokumen terkait tentang hasil analisis itu," ujar Suyitno.
Proses penyidikan di Indonesia terus berjalan untuk mencari siapa orang yang dicurigai. "Kami terus sidik orangnya," ujar Suyitno.
Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Paiman dalam konferensi pers di Mabes Polri Jumat (26/11) siang, tim Indonesia di Belanda beberapa waktu lalu mengalami hambatan dalam mengungkap kematian Munir karena sistem hukum Indonesia berbeda dengan Belanda.
Sehingga, lanjutnya, masih ada yang harus dilengkapi, diantaranya surat dari Jaksa Agung Indonesia. Di Belanda tim penyidik yang melakukan otopsi berada di bawah Kejaksaan Agung Belanda.
Tim, ujar Suyitno lagi, akan meminta hasil atau dokumen asli kepada pemerintah Belanda dan diterjemahkan. Bila tidak, katanya, maka tim meminta legalisasi hasil analisis tersebut sebagai bahan untuk melanjutkan hingga proses hukum dijalankan.
Menurut Suyitno, tim ini sudah bekerja sejak awal dengan menghubungi Dirut Garuda (Rudi Hardono) yang sudah memberikan kesempatan memperoleh berbagai dokumen. Polisi, katanya, juga akan segera memeriksa awak-awak pesawat yang tidak sedang bekerja waktu itu. (yophiandi)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|