|
Nasional
PKB Ingin Gus Dur Jadi Rois Aam PBNU
Jum'at, 26 November 2004 | 19:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemanasan menjelang pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung ahad besok di Solo, Jawa Tengah kian ramai. Setelah sebelumnya diramaikan kemunculan nama-nama kandidat Ketua Umum PBNU, kali ini giliran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang merupakan anak kandung NU, ikut urun suara. Tapi tidak untuk meramakan bursa calon ketua umum, melainkan untuk posisi strategis lainnya, yakni Rois Aam Syuriah.
Menurut Muhaimin Iskandar, Sekjen PKB yang juga wakil ketua DPR kepada wartawan Jumat (26/11), pihaknya telah meminta dukungan para pengurus cabang dan pengurus wilayah NU agar menjadikan Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai Rois AM Syuriah PBNU. Muhaimin beralasan bahwa dengan sosok Gus Dur sebagai Rois Aam Syuriah, NU akan punya peluang untuk berperan di dunia internasional lebih luas. Tak heran sebab nama Gus Dur sudah mendunia, bahkan kini, Gus Dur telah ditunjuk sebagai mediator pembangunan Irak dan negara-negara Islam lainnya bagi kemajuan negara-negara berkembang.
Mengenai hubungan NU dengan PKB jika Gus Dur terpilih, Muhaimin menyatakan PKB sudah siap. Jika Gusdur harus nonaktif dulu dari jabatannya diPKB, "Stok penggantinya sudah ada, tidak perlu jadi masalah," ujarnya. Tapi kalau sampai terjadi rangkap jabatan, Muhaimin menyerahkannya pada PBNU dan Gusdur jika terpilih nanti.
Soal peranan PKB di mukatamar mendatang, Muhaimin menyebut DPP PKB hanya akan mendampingi dan mendukungnya. Sufat pendampingan inipun menurut Muhaimin sebatas fungsi fasilitiasi, bukan intensif terlibat, apalagi melakukan intervensi. "Sifatnya hanya kekeluargaan untuk membantu, kami hanya meramaikan," katanya.
Muhaimin dan para pengurus PKB lain berharap akan ada dialog di Muktamar untuk mencari jalan tengah memilih pengurus yang bisa mengakomodasi tuntutan para Kyai dan konstituen NU.
Suliyanti Pakpahan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|