|
Nasional
Ormas Islam Serukan Dukungan untuk Fallujah
Jum'at, 26 November 2004 | 18:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Beberapa ormas Islam mendesak pemerinah menggalang kekuatan dunia untuk menghentikan agresi AS atas Fallujah, Irak. Desakan itu disampaikan dalam acara solidaritas umat yang diselenggarakan Komite Indonesia Untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) di Masjid Agung Al Azhar, usai salat Jumat hari ini (26/11).
Menurut KISDI dan Ormas lain yang hadir dalam acara tersebut, pemerintah yang mewakili satu bangsa besar yang menghormati kedaulatan suatu negara seharusnya bersikap pro aktif dalam membela bangsa-bangsa yang tertindas. "Melalui PBB, OKI, ASEAN dan KTT Non Blok, (pemerintah menggalang kekuatan) untuk tidak membiarkan satu negara melakukan tindakan agresinya dengan mengabaikan hukum-hukum internasional dan hati nurani dunia," ucap Husein Umar, wakil dari Dewan Dakwah Islam Indonesia, yang membacakan pernyataan sikap.
Dalam pernyataan sikap KISDI, dinyatakan AS telah mengingkari prinsip hak-hak asasi manusia. AS yang berteriak garang melawan terorisme, telah melakukan kemunafikan dengan berbagai aksi kejahatan kemanusiaan secara terbuka di Irak. KISDI juga menyesalkan kelemahan PBB yang tidak mampu mencegah AS melakukan kesewenang-wenangan terhadap Umat Islam yang tengah berpuasa di Fallujah.
Hadir sebagai pembicara dalam acara yang dihadiri sekitar 300 orang ini, Ketua KISDI KH Abdul Rasyid, mantan Ka Bakin ZA Maulani, Budayawan Taufik Ismail, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto, Ketua FPI Habib Rizq, Arifin Ilham, dan lain-lain. Kiai kondang Abdullah Gymnastiar yang sedang sakit pun turut berpartisipasi memberikan orasi lewat telekonferensi.
Budayawan Taufik Ismail membacakan puisi, mengajak hadirin mengingat sejarah kebiadaban AS di Vietnam, yang saat ini diulanginya kembali kepada bangsa Irak. "Dalam sejarah, presiden yang banyak memerintahkan menjatuhkan bom hanya Presiden AS," ujarnya.
Di akhir acara para hadirin melakukan salat gaib untuk para pejuang Fallujah yang wafat. Dalam acara itu pun panitia melalui MER-C menggalang dana untuk disumbangkan kepada warga Irak.
Khairunnisa - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|