Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Mulyanto: Membantu Pendidikan Adalah Ibadah
Jum'at, 26 November 2004 | 18:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Institute for Saint and Tecnology Study (ISTECS) Dr Mulyanto menjelaskan terjadinya sekulerisasi persepsi ibadah dalam masyarakat. Sehingga, motivasi dukungan dan kontribusi terhadap pendidikan tidak mendapat pembenaran secara religius. ?Akibatnya pengembangan pendidikan di Indonesia tidak maksimal,? katanya dalam jumpa pers Deklarasi Pendidikan Adalah Ibadah di kantor ISTECS, Jumat (26/11).

Menurut Mulyanto, masyarakat menganggap ibadah terbatas pada kegiatan ritual. Misalnya kalau ada kotak infaq buat membangun masjid atau mushala. ?Kenapa tidak ada kotak infaq buat membangun sekolah,? tanyanya. Dijelaskan Mulyanto, berdasarkan kajian lima agama terhadap pendidikan, dia menyebut empat hal yang dapat disimpulkan. Pertama, pendidikan adalah suatu kewajiban. ?Menurut pandangan agama, pendidikan memberikan kemampuan mengolah dan berinteraksi dengan alam serta dapat menyejahterakan umat,? katanya.

Kedua, pendidikan selain memberikan kecerdasan, keahlian, dan keterampilan, juga mesti memberi kekuatan iman bagi murid. Ketiga, membantu dan menyukseskan program pendidikan serta mengajarkan ilmu adalah kewajiban yang bernilai ibadah sehingga harus ditunaikan dengan baik melalui kemampuan dan persiapan yang matang.

Keempat, agama diyakini memiliki energi menggerakan umat ke arah tindakan positif bagi kepentingan masyarakat. Oleh karenanya, peran pemimpin agama dalam sosialisasi pendidikan adalah ibadah, menjadi sesuatu yang penting.

Berdasarkan hal tersebut, kata Mulyanto, Yayasan Sekolah Rakyat bersama ISTECS berinisiatif menyelenggarakan sarasehan dan deklarasi pada 28-29 November 2004 di Jakarta. Tujuannya, menggugah dan mengidentifikasi lembaga potensial sehingga terbangun sebuah jaringan awal. Rencananya acara itu akan dihadiri Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Mendiknas Bambang Sudibyo, Ketua Muhammadyah Syafi?I Maarif, Rais Syuriah PB NU KH Sahal Mahfudz dan Ketua PGI M Surya.

Eworaswa?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

ICW Desak Pemerintah Awasi Kepala Sekolah
“Generasi Muda Indonesia Masuki Titik Krusial”
Sajak Prihatin Titi Qadarsih
Koalisi Pendidikan Usulkan Agenda Pendidikan Nasional
Komite SMPN 56 Jeruk Purut Desak DPRD Selesaikan Sengketa
Gus Dur Menolak Terlibat Jauh Kasus Ruislag SMPN 56
Kepala SMA 1 Solo Dicopot
Siswa Belajar Secara Lesehan
SMPN 56 Melawai Masih Dijaga
Guru dan Komite Sekolah SMP 56 Melawai akan Temui Presiden
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data