|
Nasional
Elza Syarif: Ada Tumor di Tengkorak Tommy Soeharto
Jum'at, 26 November 2004 | 17:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kuasa hukum Hutomo Mandala Putra, Elza Syarif menjelaskan bahwa Tommy Soeharto --nama lain Hutomo-- menderita tumor. "Ada massa atau semacam tumor di tengkorak sebelah kiri," ujarnya kepada wartawan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Jumat (26/11).
Sebelumnya, menurut Elza, Tommy juga pernah menderita penyakit sama di belakang mata kirinya tetapi telah dioperasi tahun lalu. "Sedangkan yang di tengkorak tidak pernah diambil karena tidak bisa dan (jika diambil) membahayakan kondisi Tommy. Dokter tidak berani. Risikonya tinggi karena harus menembus tengkorak kepala," katanya.
Sampai saat ini, Elza mengakui belum ada rencana membawa Tommy ke luar negeri untuk menjalani operasi. "Sepertinya harus keluar negeri tapi karena kondisinya (sebagai tahanan) maka dijaga saja supaya jangan sampai membesar, berkembang dan kambuh. Belum ada izin untuk keluar negeri sampai saat ini," katanya.
Oleh karena itu tim dokter yang tetap dipimpin dr. Robert Hutahuruk memutuskan agar Tommy setiap bulan diperiksa keadaannya supaya tetap aman dan penyakit bom waktu itu tidak berkembang. "Memang harus dipantau karena sampai sekarang belum bisa diambil tindakan," ujarnya.
Saat ini sendiri, menurut Elza, Tommy tengah menjalani pemantauan dan pengobatan. "Saya melihat tim dokter tengah mengambil tindakan medis terhadap Tommy," ujarnya.
Izin berobat keluar --dari LP Nusakambangan-- diberikan Departemen Kehakiman kepada Tommy selama 7-11 hari. Pemeriksaan sekarang ini merupakan yang ketiga kalinya sejak operasi tahun lalu. "Itu juga sudah telat. Harusnya diperiksa tanggal 11 November lalu," katanya.
Menurut Elza, ada enam orang aparat yang ditugasi menjaga Tommy. "Biasanya dari Polres Jakarta Pusat dan LP Cilacap sendiri," katanya.
Menurut Elza, keluarga Soeharto selalu memantau keadaan Tommy. "Cuma belum tahu sudah ada yang datang apa belum," tandasnya.
Sementara itu dr. Robert Hutahuruk, ketua tim dokter yang memeriksa Tommy menyatakan sejauh ini Tommy hanya harus menjalani pemeriksaan saja. "Belum perlu dioperasi. Mengingat usia Tommy yang sudah cukup umur, dan dia tidak stres, apalagi ditambah kadar asam lemak darah (trigliserida) Tommy sendiri yang di atas normal. Kami hanya perlu memantaunya sampai saat ini," ujarnya.
Salah seorang dokter spesialis bedah pembuluh darah yang menangani Tommy, dr. Ary Mboik mengakui, ia dan tim dokter baru saja melakukan tindakan medis dengan memeriksa pembuluh darah Tommy. "Memang dari hasil pemeriksaan, menunjukan di atas normal. Tapi kami hanya tetap menjaga dan memeriksanya," ujar Ary.
Ary mengakui tumor yang diderita Tommy cukup berbahaya untuk otaknya. "Memang berbahaya karena pembuluh darah tempat menyalurkan makanan untuk otak," katanya.
Robert menambahkan, seandainya operasi tumor, tidak perlu sampai keluar negeri. "RSPAD bisa melakukan itu. Jika seandainya tidak bisa maka berarti kami hanya kekurangan alat," kata Robert. Oleh karena itu, menurutnya, sejauh ini hanya diperlukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap tumor yang diderita Tommy.
Ami Afriatni - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|