|
Nasional
Izin Berobat Tommy Sampai Seminggu
Jum'at, 26 November 2004 | 17:43 WIB
TEMPO Interaktif, Cilacap:Keberangkatan Hutomo Mandala Putra ke Jakarta pada sepuluh hari setelah Lebaran, ternyata menggunakan helikopter. Terpidana yang divonis 15 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Hakim Agus Syafiuddin Kartasasmita ini terbang dari landasan terbang di Lembaga Permasyarakatan (LP) Batu, Pulau Nusakambangan, pada Kamis pagi (25/11). Dari Nusakambangan Tommy menuju Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.
?Wajar pakai helikopter wong jaraknya jauh. Lagipula kondisinya sudah mendesak,? kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kehakiman dan HAM Provinsi Jawa Tengah Marsono. Perjalanan itu, kata Marsono, juga tidak menjadi masalah karena Tommy membiayai sendiri perjalanannya yang menggunakan helikopter.
Menurut Marsono, Tommy mengajukan izin berobat atas sakit mata yang dideritanya. ?Izinnya berobat, jangka waktunya tidak disebutkan secara pasti,? katanya ketika dihubungi Tempo menggunakan telepon pada Jumat (26/11). Namun Marsono memberi gambaran, Tommy akan berada di Jakarta untuk tiga sampai satu minggu. Marsono menyatakan, di Jakarta Tommy akan menjalani operasi mata. ?Yang pasti dia akan berobat,? katanya.
Sumber Tempo mengungkap, Tommy berangkat dari lapangan tempat helikopter mendarat di dekat LP Batu sekitar pukul 10.00 Wib. Di LP Batu, proses keluarnya Tommy dari gerbang LP Batu ke lapangan tempat helikopter mendarat setidaknya dikawal oleh 18 orang yang terdiri dari para pengawal Tommy sendiri dan lima diantaranya petugas LP Batu yang menyertai Tommy ke Jakarta. Dari jumlah itu Tommy dan 5 pengawal terbang ke Jakarta dan sisanya melalui jalur darat yakni menggunakan mobil. Ini adalah kali kesekian Tommy dan keluarga Cendana menggunakan helikopter untuk transportasi dari Nusakambangan-Jakarta.
Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Prasta Wahyu Hidayat menyatakan, pihaknya juga mengerahkan personil untuk pengamanan proses keluarga Tommy dari pulau penjara itu. Namun Kapolres tidak menyebut jumlah pasti personil polisi yang dia kerahkan. ?Yang pasti ada pengerahan polisi. Itu biasa kami lakukan setelah ada surat dari Departemen Kehakiman Jakarta. Kami hanya melaksanakan tugas,? katanya.
Prasta membantah proses pemberangkatan Tommy dijaga ketat dengan mengerahkan pasukan secara khusus. ?Pengamanannya biasa saja. Lagipula ini bukan pertama
kali Tommy minta izin untuk terbang ke Jakarta seperti kemarin,? katanya.
Ari Aji Hs?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|