Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Menpan Minta Maaf
Jum'at, 26 November 2004 | 14:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara (PAN) Taufiq Effendi meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas gagalnya pelaksanaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Jawa Timur. Hal itu dikatakannya dalam jumpa pers di gedung Kementerian PAN, Jumat (26/11).

Seleksi calon pegawai negeri sipil yang serentak diikuti sekitar 4,5 juta peserta untuk memperebutkan 204.584 lowongan untuk posisi di departemen kesehatan, departemen pendidikan nasional, departemen agama, departemen perhubungan, departemen tenaga kerja dan transmigrasi serta sekretariat negara, menurut Taufiq memang memancing para calo untuk beraksi. "Sekarang kan menggunakan sistem baru yang mengurangi celah terjadinya kecurangan. Tetapi surat sakti (memo) masih ada saja," kata Taufiq.

Menyikapi ditemukannya beberapa surat sakti (memo) di Majalengka dan Yogyakarta yang disinyalir berasal dari Eselon I di Jakarta, Taufiq melihat masalah itu sebagai masalah pidana. "Unsur pembuktiannya melibatkan korban, saksi dan barang bukti. Tanpa segi tiga pembuktian tersebut memang sulit dilakukan pembuktian," ungkapnya.

Menurut Tufiq kondisi ini disebabkan sedikitnya peluang untuk menggunakan jasa calo. "Orang-orang seperti ini masih ada saja. Padahal memo-memo seperti itu tidak berlaku di komputer. Yang dinilai kan hasil jawabannya bukan memo tersebut," ungkap Taufiq.

Taufiq melihat masalah ini (surat sakti) sudah mendarah daging di Indonesia, maka yang perlu diperbaiki adalah sistemnya. "Dengan sistem komputerisasi saja, masih ada orang yang datang ke saya minta diluluskan. Saya bilang belajar saja yang benar, biar lulus," cerita Taufiq.

Walau demikian, Taufiq berjanji akan menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 30 Tahun 1980 tentang disiplin kepegawaian terhadap oknum PNS yang terbukti curang. "Ancamannya mereka akan diberhentikan secara tidak hormat," kata Tufiq.

Taufiq juga menyatakan dirinya akan melihat kasus gagalnya pelaksanaan seleksi CPNS di daerah secara proporsional. "Di setiap daerah bebeda kendalanya, kita tidak dapat menyamaratakan," ujarnya.

Pada akhirnya taufiq menyerahkan penilaian kepada masyarakat, bahwa apakah gagalnya seleksi CPNS di beberapa daerah tersebut akan dijadikan indikator kegagalan Kementerian PAN dalam masa kerja 100 harinya atau tidak. "Yang jelas dari 440 daerah lokal ujian terdapat empat daerah yang gagal melakukan seleksi CPNS pada tanggal 24 November kemarin," jelasnya.

Flamboyan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Alwi: Kemungkinan Ada Pihak Tertentu Gagalkan Ujian PNS
Sekretaris Propinsi JaTim Dituntut Mundur
Ujian Tunda Calon PNS Jatim Belum Jelas
Ratusan Peserta Tes CPNS Datangi DPRD Kendari
Lembar Soal Terlambat, 166 Peserta CPNS Bebas Ujian
PNS "Nakal" Dalam Penerimaan CPNS Akan Dipecat
Presiden Yudhoyono Bersedia Temui Ketua Korpri
Di Bekasi Sebagian Peserta CPNS Bingung
Ujian CPNS di Gelora Bung Karno Lancar
Dahlan Iskan Mundur Sebagai Dirut PT Panca Wira
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data