|
Nasional
“Generasi Muda Indonesia Masuki Titik Krusial”
Jum'at, 26 November 2004 | 10:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar mengungkapkan, masalah generasi muda di Indonesia saat ini memasuki titik krusial. Hanya 30 persen lulusan sekolah dasar (SD) yang masuk sekolah menengah pertama (SMP) dan hanya lima persen lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang masuk ke perguruan tinggi.
“Sisanya drop out dan jadi penganggur atau bekerja di tempat yang tidak semestinya,” kata Azrul pada acara halal bihalal Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur pagi ini.
Menurut Azrul, anak-anak muda yang penganggur tersebut akhirnya terjebak pada tindak kriminalitas dan narkotika. Berdasarkan data yang ada, sekitar dua juta generasi muda Indonesia memakai obat-obat terlarang. Sebagian besar menggunakan narkoba melalui suntikan.
“Sekarang sekitar 40 persen dari pengguna obat-obatan terlarang itu terkena penyakit AIDS,” kata Azrul yang juga guru bear Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bahkan, penyakit AIDS di Kabupaten Merauke, Papua sudah menakutkan.
Untuk mengatasi masalah AIDS ini, menurut dia, Gerakan Pramuka telah membentuk program Pramuka Peduli. Program ini bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional yang berkaitan dengan sektor kesehatan dan pendidikan seperti UNICEF.
Azsrul menjelaskan, ada dua keuntungan dari kerja sama Pramuka dengan lembaga internasional ini. Pertama, Pramuka bisa membantu secara konkret terhadap masalah generasi muda. Kedua, Gerakan Pramuka mendapat dana untuk mengelola organisasi, karena dana menjadi salah satu masalah utama dari Gerakan Pramuka saat ini.
Untung Widiyanto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|