Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hasyim Muzadi: NU Sudah Sesuai Khittah
Kamis, 25 November 2004 | 19:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: KH. Hasyim Muzadi menilai Nahdlatul Ulama (NU) sudah sesuai dengan khittah 1926. "Kami (NU) sudah kembali ke khittah, hanya aturan implementasinya yang masih rancu," ucap Ketua PBNU ini dalam acara halal bihalal dengan media masa, Kamis (25/11) di kantornya.

Desakan warga nahdliyin untuk kembali ke khittah ini berkaitan dengan banyaknya petinggi NU yang terjun ke politik praktis. Khittah sendiri mensyaratkan NU sebagai organisasi sosial keagamaan. Sehingga, petinggi yang berkecimpung dalam politik praktis diminta meletakan jabatan.

Dia menyatakan, aturan yang ada sekarang hanyalah menonaktifkan pengurus NU yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan eksekutif. Hal ini, menurutnya, masih kurang tegas. Oleh karena itu, dia tidak keberatan sama sekali jika aturan tersebut dipertegas. "Kalau enggak boleh, enggak boleh," katanya. Sehingga, begitu ada keharusan, pengurus harus segera mundur dari jabatan jika yang bersangkutan terjun ke dunia politik.

Sebenarnya, menurut Hasyim, ada tiga opsi tentang khittah yang akan diajukan dalam muktamar. Pertama, apa yang ada sekarang dilanjutkan (pengurus hanya non aktif). Kedua, ketegasan pencalonan termasuk perangkapan jabatan. Ketiga, sterilisai total.

Kendati demikian, sterilisasi total, menurutnya, harus dipertimbangan secara matang. Karena sebagai warga NU, pengurus juga termasuk warga negara yang mempunyai hak politik yang tidak bisa dipersulit. "Jadi, mengatur ukurannya itulah yang pelik. Karena ini bukan hanya menyangkut pendapat, tapi juga pendapatan," kata Hasyim.

Dia setuju, polemik ini harus dipertegas agar tidak terjadi penafsiran yang tumpang tindih. "Beberapa alternatif sudah diajukan. Tapi, hasilnya tergantung muktamar," ucap Hasyim.

Ewo Raswa - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Aktivis Muda NU Dirikan Nahdliyin Crisis Center
Hasyim: NU Tandingan Tidak Akan Berumur Lama
Gus Dur Akan Buat NU Tandingan Jika Hasyim Terpilih
GP Anshor: Muktamar NU Pertarungan Dua Gajah
Muktamar NU Rawan Politik Uang
Mustafa Bisri Bersedia Maju Jadi Ketua PB NU
Gus Dur Bersedia Menjadi Rais Am
Ali Maschan: Ancaman NU Tandingan Adalah Kekhawatiran PKB
NU Yogyakarta Resmi Dukung Hasyim Muzadi
Gus Dur Yakin Hasyim Tak Terpilih Lagi
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Tim Kampanye Calon Presiden
Perkiraan Peta Dukungan Calon Presiden
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Situs Megawati-Hasyim Muzadi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data