|
Nasional
Gus Dur Akan Buat NU Tandingan Jika Hasyim Terpilih
Kamis, 25 November 2004 | 18:07 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Ancaman bakal adanya NU tandingan mulai disuarakan sejumlah tokoh menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-31 di Boyolali, Jawa Tengah, 28 November ? 2 Desember 2004. "Kalau Pak Hasyim terpilih maka akan ada NU tandingan," ujar Abdurrahman Wahid kepada wartawan, usai berbicara dalam Mudzakaroh Nasional, Menegakkan Kembali Khittah NU untuk Indonesia Maju dan Bermartabat di Hotel Shangri-La, Surabaya, Kamis (25/11).
Gus Dur, panggilan akrab Wahid, meminta wartawan bertanya kepada kiai yang memerintahkannya membuat NU tandingan. "Karena itu perintah kiai-kiai sepuh," katanya mengklaim diri. Menurutnya membuat NU tandingan itu tidak harus, tapi juga tak dilarang. "Orang akan ikut saya tak ikut Pak Hasyim," tegasnya.
KH Yusuf Hasyim, putra satu-satunya pendiri NU KH Hasyim Asy'ari yang masih hidup, menganjurkan agar Hasyim Muzadi mundur dari pencalonan Ketua Umum PBNU. Sebab jika tidak, Hasyim akan dicatat dalam sejarah NU "Sebagai orang yang memicu perpecahan dan kehancuran NU," tegasnya. Pak Ud, panggilan akrab Yusuf, yakin jika Muzadi tetap nekad maju, NU akan pecah. Hanya Pak Ud tak bisa memastikan seperti apa perpecahan itu.
"Saya menganjurkan kepada Hasyim supaya meniru Idham Cholid. Idham tahu yang dihadapi para kiai," paparnya. Idham Cholid adalah Ketua PB NU selama hampir dua puluh tahun, sebelum akhirnya digantikan Abdurrahman Wahid pada Muktamar NU di Situbondo tahun 1984. Pak Ud yakin, jika maju, Hasyim bakal terpilih, karena seluruh wilayah dan cabang ada ditangan Hasyim, ini sama dengan ketika Idham disuruh mundur oleh para kiai. Perpecahan itu sudah mulai dirasakan, seperti di Surabaya dan Jogyakarta.
Namun Khatib Syuriah PBNU Masdar Farid Mas'udi, yakin tak akan terjadi NU tandingan, karena Hasyim akan mengikuti saran dan pandangan para kiai sepuh untuk tidak maju. ?Kalau nekad, NU akan pecah, berarti dia (Hasyim) akan tercatat sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap perpecahan itu," tegas Masdar usai berbicara di Mudzakaroh. Masdar yakin hal itu akan menjadi pertimbangan serius bagi Hasyim, sebab kalau tetap nekad maju dan muncul NU tandingan, berarti Hasyim yang membuatnya.
Pandangan kiai itu tambah Masdar merupakan persoalan yang penting dan fundamental. Karena pemegang saham riil NU adalah para kiai. "Pengurus itu sebenarnya hanya pelaksana dari apa yang dimaui pemegang saham sesungguhnya. Meskipun kiai-kiai itu secara formil tidak duduk di pengurus, sesungguhnya yang harus didengar kiai-kiai yang punya umat itu. Kalau pengurus itu merasa bebas dari pandangan kiai-kiai saya kira pengurus itu telah membajak NU dari pemiliknya," katanya.
Adi Mawardi?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|