|
Nasional
Sikap Pasrah Ibu Hasan, Tersangka Pengebom Kuningan
Kamis, 25 November 2004 | 14:06 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Siti Muthmainah, 60 tahun, ibunda Hasan, tersangka kasus bom di depan Kedubes Australia Kuningan menyatakan pasrah terhadap nasib anaknya. Ia meminta polisi melakukan proses hukum terhadap anaknya untuk membuktikan apakah anaknya benar-benar pelaku bom tersebut atau bukan.
Ditemui Tempo di rumahnya, Banyuurip Kidul, Sawahan, Surabaya, Jawa Timur Kamis (25/11) siang, Siti yang biasa dipanggil Ibu Nur, tidak banyak mengetahui kegiatan anaknya itu. "Hasan kan sudah berumah tangga sendiri. Dia sudah tidak lagi tinggal serumah dengan saya. Jadi saya tidak banyak tahu kegiatannya,"katanya.
Meski begitu, ia mengakui keberhasilan polisi menangkap
Hasan seolah mengakhiri kegundahan atas nasib anaknya.
Maklum, sejak polisi mendatangi rumahnya tidak lama
setelah bom Kuningan meledak, nasib Hasan masih menjadi
teka-teki.
Apalagi, pada malam setelah peristiwa bom Kuningan 9
September lalu, polisi sempat mengambil sampel DNA Siti
untuk dicocokkan dengan sampel DNA pelaku bom bunuh diri
di depan Kedubes Negeri Kanguru tersebut. "Setidaknya saya sudah lega Mas bahwa anak saya masih hidup. Perkara apakah anak saya terlibat atau akan terkena hukuman berapa tahun, saya serahkan semuanya ke polisi,"katanya.
Selama menjadi buron polisi, Hasan tidak pernah sekali pun pulang ke rumah atau sekadar telepon. Bahkan, Hasan juga tidak bermaaf-maafan dengan ibunya di Hari Raya Idul Fitri kemarin, walau sekadar lewat telepon. Praktis, sejak dua bulan sebelum kasus bom Kuningan hingga kini tertangkap, Hasan tidak menjalin kontak dengan keluarganya.
Siti juga mengaku tidak lagi mengetahui keberadaan istri
Hasan, Rubini, beserta tiga anaknya. Anak ketiga Hasan
diperkirakan lahir ketika polisi gencar memburunya. Siti
sendiri sempat bertemu dengan Rubini ketika kehamilan anak ketiganya masih berusia muda. "Sejak itu, saya tidak tahu lagi di mana. Dia juga tidak pernah telepon,"
kata Siti.
Ibu Nur baru mengetahui tertangkapnya Hasan melalui
pesawat televisi ketika polisi secara resmi mengumumkan
tertangkapnya empat tersangka bom Kuningan, Senin (22/5)
lalu. "Saya belum mendapat surat pemberitahuan dari polisi tentang tertangkapnya Hasan,"katanya. Meski, menurut polisi, Hasan dan tiga rekannya Anshori,
Apuy dan Rois tertangkap sejak 5 November lalu.
Hasan yang nama lengkapnya Mohammad Hasan, lahir
di Surabaya, Jawa Timur, tahun 1971, anak kedua dari lima bersaudara putra pasangan Nur Shodiq (almarhum) dan Siti Muthmainah. Anak pertama pasangan ini bernama Nurkholis yang kini tinggal di Bekasi.
Sementara, anak ketiga bernama Farida, yang kini tinggal
serumah dengan Siti Muthmainah. Anak keempat bernama
Syamsul tinggal di Surabaya bekerja serabutan. Sementara, anak kelima, Aris, adalah seorang guru yang kini tinggal di Lampung.
Ayah Hasan, Shodiq, dulu adalah pegawai Dinas Pertanian
Jawa Timur. Sebelum meninggal, Shodiq sempat terkena stroke dan berbaring lemas selama tujuh tahun. Siti, sehari-hari adalah ibu rumah tangga.
Hasan, menurut Syamsul, sang adik, adalah Kepala Cabang PT (Persero) Pertani di Blitar. Sebelumnya, Kepala
Cabang PT Pertani di Tulungagung. Hasan memulai karir
bekerja di PT Pertani Surabaya, kemudian pindah ke Jombang dan Kediri.
Hasan adalah lulusan dari Universitas 45 Surabaya.
Pendidikan menengah ditempuh di MAN (Madrasah Aliyah
Negeri) di Surabaya. Menikah dengan perempuan asal Kraksaan, Probolinggo yang bernama Rubini 7 tahun lalu.
Istri Hasan sehari-hari berpenampilan mengenakan jubah panjang dan bercadar. Selama Hasan belum menjadi buronan polisi, untuk membantu penghasilan sang suami, Rubini menerima pesanan jahitan dari teman dan tetangga kiri-kanannya.
Dalam sehari-hari, Hasan berpenampilan biasa saja. Hanya
saja, sebagian tetangga mengatakan Hasan memang sedikit
tertutup. "Dia biasa pakai kaos dan celana biasa.
Memang, dia kurang grapyak (suka bergaul) dengan
tetangganya. Untuk bertegur sapa, orang lain harus yang
memulainya,"kata Suyono, Ketua RW 9 Banyuurip yang
bertempat tinggal hanya sekitar 50 meter saja dari rumah
ibunda Hasan.
Sunudyantoro
INDEKS BERITA LAINNYA :
|