Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Riswandha: Demokrasi Telah Dicederai
Kamis, 25 November 2004 | 02:54 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta Guru besar ilmu politik Universitas Gadjah Mada Dr Riswandha Imawan menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus memberikan sanksi yang berat kepada siapa saja yang mencederai kedaulatan rakyat. Perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini, kata Riswandha, demokrasi yang menjadi substansi kedaulatan rakyat, telah dicederai oleh sejumlah pihak termasuk aparatur pemerintah.

?Proses demokrasi di Indonesia sekarang ini dibayang-bayangi kekerasan fisik. Setiap kekerasan, jelas bisa mematikan demokrasi yang sedang tumbuh. Sebagai Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat, Susilo Bambang Yudhoyono mestinya mempunyai confident yang tinggi dalam mengambil keputusan. Siapa saja yang mencederai kedaulatan rakyat, harus diberi sanksi berat,? kata Riswandha, Rabu (24/11).

Di katakan Riswandha, pola kekerasan yang dilakukan aparat yang menimpa rakyat sipil akhir-akhir ini, jelas sebuah upaya menghambat tumbuhnya demokrasi. Sikap aparat kepolisian dalam menangani kasus tabrakan di Tol Jagorawi, kasus tempat sampah Bojong dan beberapa kasus lainnya, kata Riswandha, jelas tidak bisa dibenarkan dan sangat mencederai asas kedaulatan rakyat.

?Polisi mau menangnya sendiri dalam kecelakaan itu. Kemudian membubarkan unjukrasa dengan senjata dan peluru tajam, jelas sebuah kekerasan fisik dan sikap arogan. Belum lagi kasus pejuang HAM Munir, yang jelas sebuah kejahatan. Jika kondisi ini terus terjadi maka yang ada adalah rejim otoriter tetap yang berkuasa meski orangnya berganti,? katanya.

Menurut Riswandha, pada masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputeri, kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara baik polisi maupun TNI berangsur-angsur dikurangi. Mestinya pada masa Susilo Bambang Yudhoyono ini, kata Riswandha, kedaulatan rakyat harus diutamakan karena Susilo mendapat mandat langsung dari rakyat melalui pemilihan presiden.

Presiden Susilo, kata Riswandha, juga harus melakukan reoformasi di tubuh TNI seperti yang dikampanyekan melalui 14 langkah reformasi TNI. Kemudian, kata dia, SBY harus bersikap tegas terhadap orang-orang di sekitarnya yang berusaha menjatuhkan dirinya dengan pernyataan-pernyataan kontroversial.

?Lihat saja bagaimana Jubir Presiden mengatakan dalam tabrakan di jalan tol, polisi tidak bersalah. Kemudian Menteri Yusril Ihza Mahendra mengatakan para menteri dilarang mendatangi undangan DPR. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Nah, kalau ini dibiarkan saja justru akan kontraproduktif bagi kinerja pemerintah yang akhirnya membuat rakyat kecewa,? kata Riswandha.

Syaiful Amin?Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Susun Nama yang Kontak Langsung dengan Munir
Kapolri Akan Menindak Polisi Yang Over Acting
Teras Narang : Polisi Ceroboh Menetapkan Status Tersangka
Pascakerusuhan, Polisi Sweeping Warga Bojong
Mabes Polri Tambah Satu Kompi Brimob di Poso
Nurdin Halid Tetap Ditahan Saat Lebaran
Polri Bentuk Tim Penyelidik Kematian Munir
Keluarga Munir Minta Investigasi Menyeluruh
Polisi Kalimantan Timur Tangkap Pencuri Kayu
Polri Kerahkan Dua Pertiga Kekuatan Untuk Amankan Lebaran
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [6]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk02 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data