|
Nasional
Gus Dur Bersedia Menjadi Rais Am
Rabu, 24 November 2004 | 19:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gusdur menyatakan kesediaannya menjadi Rais Am NU dalam muktamar ke-31, 28 November ? 2 Desember, di Boyolali, Jawa Tengah. "Kalau permintaan organisasi untuk menyelamatkan NU, ya apa boleh buat," katanya sebelum menghadiri acara halal bi halal dengan Forum Komunikasi Generasi Muda NU (FKGM-NU) di kantor PBNU, Rabu (24/11).
Sebelumnya, 23 September yang lalu, sekitar 15 kiai sepuh NU yang dimotori Abdullah Faqih dari Pesantren Langitan berkumpul di Museum NU, Surabaya. Mereka telah merekomendasikan Wahid sebagai Rais Am dan Mustofa Bisri sebagai Ketua Tanfidziyah NU.
Menanggapi hal ini, Wahid mengatakan, Rais Am haruslah seorang ahli fikih. "Saya bukan ahli fikih, ngaji fikih juga baru enam kitab. Padahal, ada 30 lebih. Tapi, kalau muktamar memutuskan ya sudah. Pokoknya saya menerima muktamar aja deh," ucapnya.
Menurut Wahid, kalaupun nantinya menjadi Rais Am, dia akan memilih Kiai Azis Amin sebagai wakilnya. Dia mengaku, telah bertemu Kiai Azis pada Minggu (21/11) dan Kiai berusia 83 tahun tersebut telah menyatakan kesediaannya.
Kendati demikian, Wahid mengaku belum bertemu dengan Kiai Sahal Mahfudz berkenaan dengan hal ini. Seperti diketahui, Kiai Sahal dicalonkan kembali oleh kubu Hasyim Muzadi menjadi Rais Am. "Saya belum ketemu dia (Sahal), nanti saya akan ketemu dia kok," ujarnya.
Ewo Raswa - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|