Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Yudhoyono Bersedia Temui Ketua Korpri
Rabu, 24 November 2004 | 16:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menerima kunjungan Ketua DPP Korpri Feisal Tamim, Kamis (25/11) sore pukul 15.00 WIB.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPP Korpri (Korps Pegawai Negeri) Fesial Tamim kepada Tempo melalui telepon, Rabu (24/11) Jakarta. "Pihak Yuhoyono menelpon saya dua jam setelah saya mengadakan konfrensi pers di Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara kemarin, menyatakan SBY tidak mau menemui saya," katanya.

Keinginan Tamim bertemu Presiden Yudhoyono, menurutnya tidak lepas dari fungsi Korpri sebagai lembaga yang menangani PNS di Indonesia. "Korpri merupakan mitra kerja pemerintah yang mengabdi untuk kepentingan negara," katanya.

Dalam pertemuan dengan Yudhoyono nanti pihaknya akan memberikan informasi kepada Yudhoyono tentang eksisten Korpri. "Jumlah anggota Korpri di Indonesia banyak sekali, bayangkan kalau saya meminta kepada mereka tidak bekerja selama tiga jam, maka pemerintah akan tidak efektif, termasuk supir presiden yang merupakan anggota Korpri. Dia tidak akan bisa kemana-mana kalau supirnya mogok," kata Tamim.

Selain itu, Tamim juga ingin mengundang Yudhoyono menghadiri musyawarah nasional Korpri pada tanggal 28-30 November mendatang. Kehadiran presiden dan wakil presiden, menurut Tamim merupakan hal yang wajar, karena di dalam anggaran dasar Korpri, presiden merupakan penasehat utama. "Korpri itu pegawainya pemerintah, kok pemerintah tidak mau bertemu dengan pegawainya sendiri," kata Tamim.

Tamim menambahkan PNS sebagai birokrat profesional karir dengan birokrat politis seperti presiden, menteri dan gubernur harus berjalan beriringan. "Birokrat politis, selalu berganti setiap lima tahun, tetapi PNS yang sudah duduk dalam satu departemen akan tetap berada di sana sepanjang karir nya. Seorang menteri atau presiden harusnya bertanya kepada orang-orang yang selalu mengabdi kepada negara agar mengetahui fungsi dan tugasnya sebagai abdi negara," ungkap Tamim.

Evy Flamboyan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Di Bekasi Sebagian Peserta CPNS Bingung
Ujian CPNS di Gelora Bung Karno Lancar
Dahlan Iskan Mundur Sebagai Dirut PT Panca Wira
Menko Kesra Tinjau Ujian CPNS di Gelora Bung Karno
Sanksi Pecat Ancam PNS Calo Penerimaan CPNS
PNS yang Bolos Akan Kena Sanksi
Hari Pertama Kerja, Ada PNS yang Pulang Cepat
Menpan Tidak Lakukan Sidak pada Hari Pertama Masuk Kerja
Kementrian Aparatur Negara Siapkan Kontrak Kinerja Birokrasi
Hari Pertama Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Star Trek di Konsol Game
Sony Perkenalkan PS3 160 Gigabita
Pengacara: Tak Ada Saksi Muchdi Dendam kepada Munir
Wali Kota Jakarta Timur Akan Didatangi Pengunjuk Rasa
Wanda Hamidah Sibuk Seleksi Proposal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data