Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Isu Lingkungan Belum Menjadi Perhatian Masyarakat
Rabu, 24 November 2004 | 15:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Prof. Dr. Paulus Wirutomo mengusulkan Kementrian Lingkungan Hidup mencontoh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang berhasil memasyarakatkan pentingnya program keluarga berencana. ?Karena jika KLH mendapat dukungan dari masyarakat, isu lingkungan menjadi kuat. Artinya, pemerintah tidak akan diremehkan dalam bertugas,? katanya.

Guru besar sosiologi FISIP UI ini berharap KLH meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas lingkungan. ?Agar nantinya lingkungan menjadi fokus budaya dari masyarakat,? ujar Paulus pada diskusi panel yang bertajuk ?Tantangan Sosial dalam Pelestarian Lingkungan 2005-2009? di Gedung KLH Jakarta, Rabu (24/11).

Paulus melihat posisi KLH selama ini dilematis. Pasalnya ada peraturan-peraturan lingkungan yang tidak dijalankan secara konsisten. Inkonsistensi pelaksanaan kebijakan, ini, katanya, terkait empat hal. Pertama, pembelajaran masyarakat tentang lingkungan yang terganggu. Kedua, masyakarat belum mendukung KLH, karena lingkungan belum menjadi fokus budaya. Ketiga, sebagian masyarakat yang peduli dengan lingkungan adalah LSM. Sayangnya beberapa LSM berseberangan dengan pemerintah. ?Ini yang membuat masyarakat lainnya bingung dalam memahami isu lingkungan,? paparnya. Keempat, isu lingkungan sering digeser menjadi isu politis.

Prof. Dr. Syafii Maarif, pembicara lainnya, mengusulkan agar KLH siuman karena bangsa Indonesia secara sosial dan moral sedang pingsan. ?Kerusakan tidak hanya terjadi pada lingkungan, tapi juga mental bangsa,? ujar Ketua Umum Muhammadiyah. Dia memaparkan betapa besar kerugian negara akibat penebangan hutan secara liar (illegal logging). Padahal, kata dia, kalau illegal logging terus berlanjut dimasa depan hutan akan punah.

Rr Ariyani?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Assegaf: Nabiel Tidak Permasalahkan Temuan Tim Teknis Buyat
Pengacara Assegaf Bantah Nabiel Makarim Bohong
Walhi Sambut Baik Penjelasan Menteri Soal Buyat
Menteri Lingkungan: Teluk Buyat Tercemar
KLH Diminta Tak Hanya Fokus Pada Kasus Perdata Lingkungan
Polisi: Nabiel Belum Jadi Tersangka
Tim Kasus Buyat Targetkan Selesai Pekan Depan
Menteri LH: Labelisasi Produk Harus Berbobot
LSM Laporkan Nabiel ke Kepolisian
Rachmat Perjuangkan Adanya Menko Lingkungan Hidup
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tyson Gay Mundur, Powell dan Bolt Berpeluang
Selektif Menerima Tawaran
Sultan Yogya Usul Kotanya Disebut Kota Republik
Bill Davidson Tembus Basketball Hall Of Fame
Tips Mudik Dari Polisi

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data