|
Nasional
Dr. Azahari Tiga Kali Ditilang Polisi
Rabu, 24 November 2004 | 15:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tersangka pelaku terorisme Dr. Azahari pernah dibonceng motor oleh Hasan alias Purnomo alias Agung, menuju Cikampek setelah peledakan di depan Kedutaan besar Australia, Kuningan, Jakarta, Kamis (9/9) lalu. Azahari sebelumnya mengendarai mobil boks putih yang kemudian meledak bersama-sama Hari Golun, pelaku bom bunuh diri. Ketika dibonceng, Azahari sempat diberhentikan tiga kali oleh polisi lalu lintas tetapi dilepas setelah memberikan uang ganti tilang.
Saat dikonfirmasi tentang cerita tersebut kepada Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar, Da'i mengatakan penjelasan itu memang diungkapkan keempat tersangka pelaku terorisme yang ditangkap pada 5 November lalu. "Ya begitulah mereka bercerita panjang lebar, tetapi apakah benar atau tidak kita tidak tahu persis," katanya saat jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (24/11).
Da'i katakan, informasi itu menjadi introspeksi bagi Polri. Jajaran kepolisian khususnya Polda Metro Jaya, setiap anggota polisi lalu lintasnya sudah dilengkapi foto Azahari dan Mohamad Top, agar kejadian seperti itu tidak terulang. Diakuinya, sebelumnya tidak ada gambar atau foto tersangka terorisme yang selalu dibawa polisi lalu lintas.
Diperoleh keterangan juga, Azahari sempat mengendarai mobil boks putih. Sedangkan Heri Golun dibonceng Hasan. Tetapi, eksekusi bom bunuh diri dilakukan Heri Golun. Di sekitar Kedubes itu, Azahari bertukar posisi dengan Heri Golun. Lalu Azahari lari dengan dibonceng Hasan menuju Cikampek.
Ketika dikonfirmasi tentang itu Da'i mengatakan, "Itu penjelasan yang bersangkutan (pelaku yang ditangkap). Tidak terlalu penting buat kami. Kami proses berita acara sampai disidangkan dengan saksi dan barang bukti."
Da'i menjelaskan, Hasan ikut menyembunyikan Noordin dan Azahari sejak Mei 2004 di Blitar Jawa Timur. Ia menyiapkan rumah tempat merakit bom yang diikuti oleh Anshori alias Sogir, pelaku yang ditangkap di Bogor.
Martha Warta - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|