|
Nasional
Pemerintah Provinsi Jawa Timur Akhirnya Batalkan Ujian Calon PNS
Rabu, 24 November 2004 | 13:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Jawa Timur Imam Utomo akhirnya membatalkan ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil (PNS) di Jawa Timur hari ini. Sampai pelaksanaan tes, naskah soal ujian belum juga selesai dicetak di Puri Surabaya, percetakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sempat mengundurkan jadwal tes dari pukul 07.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB. Sampai akhir dibatalkan sama sekali.
“Dengan seizin Presiden dan Wakil Presiden, maka tes calon PNS untuk wilayah Jatim hari ini saya batalkan,” kata Imam kepada wartawan di Percetakan Puri.
Menurut Imam, ujian calon PNS untuk wilayah Jawa Timur ini akan diselenggarakan kembali pada 1 Desember. “Naskah ujian akan memakai materi soal yang sama sekali baru. Semua soal yang dicetak untuk tes hari ini akan ditarik,” katanya.
Imam Utomo yang mengenakan kemeja santai yang ditutup jaket kain warna putih dan berkopiah hitam tampak lusuh. Saat berada di ruang rapat tertutup PT Puri, mantan Pangdam V/Brawijaya ini tampak sibuk mengoperasikan telepon genggamnya.
Sekitar lima menit setelah kedatangan Dahlan Iskan, Direktur PT Panca Wira Usaha Jatim (Grup perusahaan daerah yang juga membawahi Percetakan Puri), Imam Utomo keluar ruangan dan memberikan pernyataan kepada wartawan.
Imam menolak menjawab, ketika didesak wartawan problem teknis apa yang terjadi pada percetakan sehingga terlambat mencetak kertas-kertas soal.
“Tanyakan saja pada percetakan, mengapa analisa antara perencanaan dan pengerjaannya tidak tepat. Seharusnya kan mereka tahu soal ujian calon PNS itu modelnya banyak, mencapai 300 item. Tidak dianggap sama seperti naskah ujian SMP,” katanya.
Imam menjelaskan, selama ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur memakai percetakan Puri karena percetakan itu sudah memiliki sertifikat dari Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).
“Sampai dengan kemarin, percetakan sudah menyatakan oke. Pak Karwo (Soekarwo, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur) juga menyatakan oke. Ternyata sampai sekarang belum selesai,” kata Imam. Apalagi, pihak percetakan awalnya sudah berjanji akan menyelesaikan seluruh pengerjaan naskah ujian pada Senin (22/11).
Imam berjanji, untuk percetakan naskah soal yang dipakai pada ujian calon PNS pada 1 Desember nanti akan menggunakan percetakan baru. Namun, dia tidak akan melakukan penunjukan percetakan baru ini melalui tender. “Tak mungkin pakai tender. Kamu ini bagaimana, masak tinggal seminggu mau pakai tender,” katanya.
Saat didesak lagi, percetakan mana yang kemungkinan akan dipakai, Imam menjawab, “Ya, percetakan mana yang mencetak koran paling bagus. Itu yang kita pakai.”
Semua biaya percetakan soal ujian yang belum selesai itu akan ditanggung Panca Wira Usaha. Imam juga tidak bisa menjelaskan berapa biaya percetakan seluruh naskah soal itu. “Yang jelas, untuk seluruh proses penerimaan PNS di Jatim anggarannya Rp 1,3 miliar,” katanya.
Untuk seluruh Jatim, seluruh peserta ujian calon PNS tercatat 196 ribu peserta. Sedangkan berdasarkan informasi yang diterima Tempo, hanya sekitar 10.00 orang PNS baru saja yang akan diterima.
Juru bicara Pemerintah Provinsi Jawa Timur Suprawoto menambahkan, pada Selasa (23/11) malam, sebenarnya gubernur sudah meminta izin ke presiden agar seleksi penerimaan calon PNS, khusus di Jawa Timur, ditunda karena persoalan teknis.
“Tapi tadi malam Pak SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) tak memberi izin. Alasannya, pelaksanaan ujian harus serentak se-Indonesia,” kata Suprawoto pada kesempatan sama.
Sementara itu, hingga siang ini baru Kabupaten Pacitan yang sudah melaksanakan ujian tahap pertama.
Dia menegaskan, keuputusan membatalkan ujian CPNS hari ini untuk mencegah adanya kebocoran soal karena pelaksanaan tes berlangsung tidak serentak.
Jojo Raharjo - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|