Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Tanya Kapolri Tiga Kasus
Selasa, 23 November 2004 | 00:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menanyakan tiga kasus kepada Kapolri Jendral Da’i Bachtiar.

“Ada tiga hal yang saya mintakan laporannya,” kata dia, dalam jumpa pers, di Lapangan Terbang Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (23/11) malam.

Pertama, langkah-langkah penyelidikan dan investigasi atas meninggalnya Direktur Imparsial Munir. Kedua, investigasi atas kecelakaan di jalan tol Jagorawi. Ketiga, kasus penembakan warga di Tempat Pembuatan sampah, di Bojong, Bogor.

Presiden menyatakan, dirinya telah mendapatkan laporan lengkap dan penjelasan dari Kapolri perihal perkembangan tiga kasus itu. Selanjutnya, Presiden memerintahkan Kapolri untuk meneruskan proses penyelidikan. “Hukum ditegakkan dan yang salah diberikan sanksi tegas,” kata dia.

Selain itu, Presiden sudah mengetahui dan memantau langkah Dewan Perwakilan Rakyat, yang akan melakukan komunikasi atau pengumpulan fakta atas berbagai kejadian tersebut.

Dia menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan pemerintah melaksanakan segala sesuatunya secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Saya minta Kapolri jelaskan apa adanya,” kata dia.

Selain tiga masalah tersebut, kata Presiden, pemerintah juga menangani berbagai persoalan yang berkembang di tanah air dalam jangka waktu terakhir ini. Dia menyatakan, dalam jangka waktu dua atau tiga hari mendatang akan berkunjung ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tujuannya, meninjau kondisi terakhir disana, melakukan komunikasi dan menyampaikan niat baik pemerintah, dalam kaitannya pepanjangan status darurat sipil selama enam di sana.

Presiden menyatakan, banyak kalangan yang lebih menonjolkan penerapan status darurat sipil di Aceh, dibandingkan dengan upaya pemerintah untuk menyelesaikan permasalahannya. “Darurat sipil tetap diperlukan di sana,” kata dia.

Rombongan Presiden Yudhoyono mendarat di Halim Perdanakusuma sekitar pukul 20.06 WIB, Selasa malam. Rombongan bertolak dari Santiago, Cile pada Senin pagi, usai menghadiri pertemuan tingkat tinggi pemimpin negara-negara kerjasama ekonomi kawasan Asisa Pasifik (APEC).

Presiden memaparkan, lawatan pertamanya ke luar negeri ini sangat padat. Dia berada di Cile selama 58 jam, di dalam pesawat selama 60 jam, dan singgah di tiga kota selama 10 jam. Tapi dia mengaku puas atas perjalanannya ini, karena mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan. yura syahrul

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Direncanakan ke Aceh 26 November
Warga Dapat Kesempatan Berlebaran dengan Presiden di Istana
Yudhoyono Menabuh Bedug Takbiran
Presiden Intruksikan Infrastruktur Perhubungan Siaga Satu
Presiden Beri Penghormatan Terakhir untuk Yasser Arafat
Presiden Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional Kepada Enam Tokoh
Presiden Resmikan Lumbung Energi Nasional
Sri Edi Swasono : SBY Tak Boleh Gagal
Indonesia – Singapura Bicarakan Ekstradisi
Presiden Akan Memberikan Pidato 1 Syawal 1425 H
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data