Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kematian Munir dan Teror Ayam Busuk
Selasa, 23 November 2004 | 20:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Matahari sudah lewat puncaknya. Suasana kantor The Indonesian Human Right Monitor (Imparsial) masih muram. Aroma duka atas terkuaknya fakta penyebab meninggalnya Munir, tokoh pendiri Kontras juga Imprasial, masih menyelimuti seluruh penghuni bangunan yang terletak di Jalan Diponegoro No 9 jakarta Pusat ini.

Tak ada yang aneh ketika sebuah sepeda motor kantor pos berwarna oranye nyelonong ke halaman, kemudian parkir. Si penunggang – petugas berseragam biru khas pegawai pos dibalut jaket hitam turun. Hantaran surat dan paket merupakan pemandangan lazim bagi sebuah kantor lembaga swadaya masyarakat yang sibuk. Jarum jam menunjuk angka satu siang.

Sebuah paket ikut diantar. Berbentuk kotak berwarna coklat, kiriman ini berbau menyengat dan petugas pos tak berani membawa masuk. Bingkisan ini diletakan di pintu masuk Imparsial. Karena curiga (Imparsial pernah menerima kiriman paket serupa untuk Suciwati, isteri mendiang Munir), Direktur Operasional Imparsial, Rusdi Marpaung melakukan dokumentasi dengan kamera digital. Tak berapa lama staf Imparsial yang baru tiba dari Komnas HAM, mendokumentasikannya dengan handycam.

Paket ini kemudian dibawa ke ruang direktur. Setengah jam kemudian, Rusdi Marpaung dan Direktur Eksekutif Imparsial, Rachland Nashidik membuka bungkusan. Paket itu berbentuk kardus coklat dan dibungkus kertas semen, juga berwarna coklat. Panjangnya 22 cm, lebar 20 cm, dan tingginya 8 cm. Di dalam kardus, ada styroform berwarna putih. Panjangnya 19 cm, lebar 18 cm, tinggi 7 cm. Dalam styroform terdapat bungkusan plastik transparan dengan panjang 13 cm, dan lebar 7 cm. Isi paket: kepala ayam sampai leher, ceker ayam dua buah, dan kotoran yang semuanya telah membusuk.

Juga terdapat tulisan: “AWAS!!!!! JANGAN LIBATKAN TNI DALAM KEMATIAN MUNIR. MAU MENYUSUL SEPERTI INI?!”

Rachland Nashidik menilai pengiriman paket seperti ini menunjukkan bahwa pengirim sangat serius memberi pesan agar Imparsial tidak menuduh TNI. “Hal ini mendorong Imparsial untuk berpikir bahwa TNI adalah pelakunya,” kata Rachland di kantornya, Selasa (23/11) siang. Maka Rachland meminta agar polisi bertindak cepat mengusut masalah ini. Juga panglima TNI, sebab menurut Rachland, “telunjuk tengah menuduh dia (TNI), dan dia harus bereaksi terhadap masalah ini,” kata Rachland.

Menanggapi soal ini, Panglima TNI Jendral Endriartono Sutarto membantah keras. Menurutnya, TNI sama sekali tidak terlibat kasus Munir. Usai menghadiri rapat koordinasi menteri koordinator politik hukum dan keamanan, Selasa (23/11) di Kantor Menkopolhukam Jakarta, Endriartono mengatakan, selama ini TNI sering dijadikan kambing hitam dalam kasus-kasus seperti itu. 'Biarkan saja, gak tahulah urusannya,” ujar Endriartono. Saat ditanya apakah TNI akan memberikan klarifikasi, Endriartono menjawab, 'Kita lihat saja nanti, apakah benar atau tidak, prinsipnya kebenaran untuk kebenaran akan dibuktikan melalui hukum,” katanya.

Sementara itu, menurut Sekretaris Jendral Federasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Mufti Makaarim, kepulangan Koordinator Kontras, Usman Hamid dari Belanda – terkait penelusuran kematian Munir, akan ditunda satu atau dua hari lagi. Usman menurut Mufti, masih menunggu jawaban dari kementerian luar negeri Belanda atas berbagai pertanyaan dari Parlemen Belanda. Usman sendiri bersama berbagai perwakilan lembaga swadaya masyarakat lain telah bertemu parlemen Belanda dan meminta dukungan dalam penyelidikan kematian Munir.

Eworaswa, Sunariah

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kasus Munir Harus Selesai Sebelum Indonesia Jadi Ketua Komisi HAM
Komnas HAM Dituntut Ungkap Pembunuhan Munir
Surat Interplasi Dalam kasus Munir
Rapat Paripurna Membahas Soal Panglima TNI dan Munir
Rapat Paripurna DPR akan Bahas Interpelasi dan Munir
Adnan Buyung Kecewa Sikap Departemen Luar Negeri
Besok, Tim Indonesia akan Bertemu Tim Otoritas Hukum Belanda
Koordinator Kontras Kembali dari Belanda Hari Ini
Tim Mabes Polri ke Belanda
Kontras Akan Ambil Dokumen Asli Otopsi Munir ke Belanda
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Kematian Munir
PP RI No.3 Thn 2002 Tentang Kompensasi ,Restitusi, Dan Rehabilitasi Terhadap Korban Pelanggaran HAM yang Berat
PP RI No.2 Thn 2002 Tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Korban Dan Saksi Dalam Pelanggaran HAM yang Berat
Kepres nomor 53Tahun 2001 Tentang Pembentukan Pengadilan Hak Asasi Manusia Ad Hoc pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Penumpang Pesawat Spanyol Ceritakan Keajaiban
Alokasi Anggaran Daerah Dinilai Terlalu Kecil
Star Trek di Konsol Game
Sony Perkenalkan PS3 160 Gigabita
Pengacara: Tak Ada Saksi Muchdi Dendam kepada Munir

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data