Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

DPR Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Munir
Selasa, 23 November 2004 | 15:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rapat Paripurna DPR menyetujui pembentukan tim khusus gabungan Komisi Politik dan Keamanan (Komisi I) dan Komisi Hukum dan HAM (Komisi III) untuk menelusuri pembunuhan politik terhadap aktivis HAM Munir. Mengenai detail kerja tim, pemimpin rapat hari ini, Selasa (23/11), Soetardjo Soerjogoeritno menyerahkannya kepada masing-masing komisi.

Kasus Munir awalnya tak menjadi agenda rapat. Namun, sejumlah anggota Komisi III melakukan interupsi agar rapat mendengarkan laporan komisinya tentang kasus ini. Lukman Hakim, salah satu anggota komisi ini mengungkan kepada peserta rapat bahwa kemarin, Senin (22/11), Komisi III menerima lembaga swadaya masyarakat Immparsial, Kontras, dan Suciwati, istri Munir. Pertemuan ini menyepakati untuk membawa kasus Munir dalam rapat paripurna. "Setelah itu, keputusannya menjadi wewenang rapat paripurna," katanya. Setelah itu, Ahmad Saputra, dari Fraksi PAN menyambungnya. Dia meminta DPR membentuk Panitia Khusus (Pansus) atas kematian Munir.

Teras Narang, Ketua Komisi III, berharap rapat setuju untuk meminta pemerintah membentuk tim investigasi mengusut kematian Munir, menyerahkan hasil otopsi kepada keluarga secara resmi, dan membentuk tim gabungan Komisi I dan III untuk membantu penyelesaian kasus ini.

Di sela-sela rapat, ketika diskors, Teras menerangkan bahwa Komisi III telah menunjuk tujuh orang wakilnya masuk dalam tim. Mereka adalah Azis Syamsudin (Fraksi Partai Golkar), Trimedya Panjaitan (Fraksi PDIP), Lukman Hakim (Fraksi PPP), Nursyahbani Katjasungkana (Fraksi Kebangkitan Bangsa), Djoko Susilo (Fraksi PAN), Benny K. Harman (Fraksi Partai Demokrat), dan Mutami'mul Ula (Fraksi PKS).

Effendy Choirie, Wakil Ketua Komisi Politik dan Keamanan menyatakan, secara pribadi dia setuju dengan pembentukan tim itu. "Tapi kami baru akan membicarakannya dalam rapat internal komisi sore nanti," ujarnya.

Suliyanti - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Biaya Operasional Pengelolaan Sampah Minim
Departemen Pertanian Dibobol Maling
Lapindo Brantas Lirik Potensi Migas di Pantai Lepas Madura
Gula Rafinasi Banyak Beredar di Malang
Bank Indonesia Dinilai Gagal Kawal Rupiah

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data