|
Gempa Alor
Masyarakat Masih Mengungsi di Gunung
Selasa, 23 November 2004 | 14:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ribuan warga di Kecamatan Alor Timur Laut saat ini masih mengungsi di lereng-lereng gunung. Umumnya, warga trauma dan takut kemungkinan akan ada gempa susulan. Di empat desa di Kecamatan Alor Timur Laut tidak ada aktifitas warga yang menonjol di sana. Hanya ada beberapa warga yang terlihat membongkar puing-puing reruntuhan bangunan untuk membangun rumah darurat guna menghindari diri dari guyuran hujan.
Menurut Yulius Pamanu, 35 tahun, warga Desa Waisika sekitar 400 jiwa dari Desa tersebut mengungsi 10 kilometer dari tempat tinggal mereka. Para pengungsi bertahan hidup dari umbi-umbian, pisang dan makanan yang diambil dari hasil hutan. Sedangkan air minum diambil dari aliran sungai yang ada di sekitar lokasi pengungsian.
Warga baru akan kembali ke perkampungan apabila sudah ada bantuan tenda maupun bantuan bahan bangunan dari Pemerintah. Sedangkan, lampu penerangan para pengungsi menggunakan buah kemiri yang dikupas dan dibakar sebagai pengganti lilin.
Sampai dengan saat ini, distribusi bantuan logistik di lokasi-lokasi pengungsian belum normal. Yulius mengaku, baru mendapat bantuan beras sebanyak dua kilogram. Sejak Senin (22/11) kemarin para pengungsi sudah dibasahi hujan, karena mereka hanya bertahan di bawah pondok yang beratapkan daun pohon nira.
Kondisi yang sama dialami oleh warga di sekitar Desa Baumi. Tempo melihat langsung di lokasi, sedikitnya 300 warga harus berdesak-desakan di enam tenda darurat berukuran 4x6 meter. Mereka hidup berbaur dengan binatang peliharaan mereka seperti kambing dan babi. Beberapa warga mengaku, kesulitan air bersih karena sumber-sumber air yang ada sudah kering. Kalaupun ada air, sudah berubah warna dan terasa asin.
Di beberapa desa lainnya, jaringan pipa air minum masih mengalami kerusakan parah dan warga terpaksa berjalan kaki dua sampai tiga kilometer untuk mendapatkan air minum. Sampai dengan Selasa (23/11), aktifitas perkantoran dan kegiatan belajar mengajar belum normal. Karena distribusi tenda belum sampai ke desa-desa yang hancur total akibat gempa.
Menurut Wakil Bupati Alor, Abraham Maulaka, daerah-daerah yang mengalami krisis air akan disuplai dengan menggunakan tangki milik PDAM. Maulaka menghimbau agar segera kembali ke perkampungan agar bergabung dengan personil TNI dan petugas lainnya supaya dapat membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan. Menurut Maulaka, Pemerintah akan membangun rumah-rumah darurat sederhana guna melindungi masyarakat dari hujan.
Jems de Fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|