Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Gus Mus Enggan Jawab Dukungan Terhadap Dirinya
Selasa, 23 November 2004 | 09:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Boleh saja penasihat (mutasyar) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendorong satu kiai penting yakni KH Musthofa Bisri (Gus Mus) untuk menjadi Ketua Umum menggantikan Hasyim Muzadi, dalam Muktamar NU ke-31. Namun, Gus Mus sendiri enggan menjawab tentang dukungan dan permintaan itu.

Pengasuh Pesantren Roudhotut Thalibinin, Leteh, Rembang Jawa Tengah itu justru menilai, ada tradisi yang salah setiap menjelang pelaksanaan Muktamar NU. Menurutnya, pembahasan tentang pencalonan maupun dukungan terhadap seseorang untuk menjadi kandidat ketua umum, baik di jajaran syuriah maupun tanfidhiyah, mestinya dilakukan setelah pembahasan program kerja selesai. Hal itu akan membuat amanat yang akan diembankan kepada ketua Umum sudah jelas.

"Yang terjadi kan tidak. Orang ramai-ramai mencalonkan seseorang tanpa membahas terlebih dahulu apa yang harus dikerjakan. Bisa atau tidak seorang kandidat
melaksanakan program kerja, itu urusan belakangan. Ini yang tidak bener," kata Gus Mus memaparkan ketika dihubungi Tempo, Senin (22/11) malam.

Atas dasar itulah, kiai yang juga kondang sebagai penyair ini malas menanggapi pencalonan dirinya. "Tidak perlu saya jawab, lha wong tugasnya belum jelas. Ya kalau saya bisa. Lha kalau tidak," ujarnya.

Jawaban itu sekaligus menepis pemberitaan media yang mengutip pernyataan sejumlah tokoh NU yang menyatakan kesediaan Gus Mus untuk dicalonkan sebagai Ketua PBNU dalam muktamar di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, 28 November-2 Desember nanti.

Gus Mus sendiri tidak kaget dengan manuver sejumlah orang mencalonkan dirinya itu. Menurutnya, sudah beberapa kali muktamar, namanya selalu dicalonkan, namun dirinya selalu menolak. "Semuanya akan saya tentukan saat muktamar nanti," ujarnya.

Sohirin -Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tes DNA Dalam Konteks Fiqih
Wapres Minta NU Fokus Pada Pendidikan dan Perekonomian
Persiapan Teknis Muktamar Sudah Final
Gus Dur Ingin Perbaiki NU yang Alami Demoralisasi
NU Tarik Diri Dari Kepanitiaan
Putra Mahkota Libya Bagi-Bagi Sembako
Gus Dur Bersedia Jadi Rois Am PBNU
NU Berharap Tidak Ada Perbedaan Waktu Idul Fitri
Presiden Diminta Buka Muktamar NU
Hasyim Muzadi Belum Putuskan Pencalonannya
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data