Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kewarganegaraan

Timor Leste Tolak Islamisasi
Senin, 22 November 2004 | 20:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lima orang yang dideportasi dari Republik Demokratik Timor Leste pagi hari tadi (22/11) melaporkan diri ke Departemen Luar Negeri. Sore harinya rombongan ini ke DPR. Lima orang ini merasa teraniaya oleh sikap pemerintah Timor Leste yang mendeportasi ke Indonesia Sabtu lalu (20/11). Rencana 275 orang lagi akan dideportasi pekan depan.

Menurut pemerintah Timor Leste mereka yang dideportasi adalah warga Indonesia. Sedangkan mereka merasa sebagai warga timor Timur."Mereka datang ke deplu untuk meminta kepada pemerintah agar di re-deportasi,"kata Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste Ahmed Bey Sofwan. Kelima orang tersebut adalah Dian Wahidin, Arham, Abdul Hakim, Thamrin dan Serepe

Lima orang yang dideportasi, menurut Bey Sofwan, menyebutkan alasan mereka dideportasi oleh pemerintah Timor Leste karena masalah politis. Mereka bersama sekitar 275 warga lainnya menempati rumah di sekitar pekarangan Masjid An Nur di kawasan Alor, Deli. "Mereka melarikan kasus ini ke masalah politis bahwa mereka sebagai umat Islam dikhawatirkan melakukan Islamisasi di Timor Leste,"katanya.

Menurut Bey, kelima orang tersebut sebenarnya orang Indonesia yang tinggal di Timor Leste, tetapi tidak mau mengakui mereka orang Indonesia. "Mereka malah ingin dianggap sebagai skept less (tidak berkewarganegaraan). Padahal kita punya informasi bahwa mereka pernah mempunyai paspor, tetapi pada waktu razia orang Indonesia pada Bulan Mei 2004, mereka membuang paspor Indonesianya,"ujarnya.

Bey Sofwan sudah menyarankan kepada kelima orang tersebut untuk membuat paspor baru sesuai dengan aturan. "Mereka dapat membuat passpor Indonesia, kemudian baru meminta kepindahan warga negara. Padahal kelima orang tersebut tidak bisa berbahasa Tetum (Bahasa Timor Leste) yang merupakan bukti mereka belum terlalu lama tinggal di Timor Leste,"ujar Sofwan.

Orang-orang yang dideportase merasa pengiriman kembali ke Indonesia adalah sikap pemerintah Timor Leste yang khawatir terhadap penyebaran agama Islam di negara bekas jajahan Indonesia itu.

Evy Flamboyan

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Amoy Asal RRC Ditangkap Imigrasi
Abu Jibril Divonis 5,5 Bulan
Abu Jibril Dituntut Sepuluh Bulan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk54 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data